Sleman

Mengenal Kampung Ramah Anak Leses: Batasi Gadget, Perbanyak Kegiatan di Ruang Bermain

Mengenal Kampung Ramah Anak Leses: Batasi Gadget, Perbanyak Kegiatan di Ruang Bermain

Mengenal Kampung Ramah Anak Leses: Batasi Gadget, Perbanyak Kegiatan di Ruang Bermain
Tribun Jogja/Alexander Ermando
Kampung Ramah Anak Dusun Leses di Condongcatur, Depok, Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dusun Leses di Desa Condongcatur, Depok, Sleman tampil berbeda dari pemukiman kebanyakan. Jika umumnya pemukiman terkesan monoton, Leses justru penuh dengan warna meriah.

Saat Tribunjogja.com bertandang ke kampung tersebut, sebuah spanduk besar terpampang persis di atas gapura. Spanduk itu bertuliskan "Selamat Datang di RW 18 Ramah Anak".

Indrayani, Satgas Kampung Ramah Anak Dusun Leses menuturkan tempat tinggalnya tersebut menjadi salah satu pemukiman pertama di Sleman yang mendeklarasikan diri sebagai Ramah Anak.

"Deklarasinya pada 18 April 2018, dihadiri Wakil Bupati Sleman, staf Kemen-PPPA RI, hingga pejabat terkait," jelasnya saat ditemui pada Minggu (26/05/2019).

DP3AP2KB Sleman Targetkan 50 Persen SD/SMP Miliki Standar Ramah Anak

Menurut Indrayani, keinginan untuk membentuk Kampung Ramah Anak didasari pada keresahan warga mengenai aktivitas anak saat ini. Mereka lebih banyak bersentuhan dengan teknologi, ketimbang bertatap muka langsung dengan teman-teman sebaya.

Selain itu, sebagai dampak paparan teknologi informasi, Indrayani juga menyebut anak-anak saat ini rentan menjadi korban dan pelaku kekerasan. Bahkan mereka juga rawan pelecehan.

Secara kebetulan, Dusun Leses sebelumnya sudah memiliki tim yang bekerja untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Indrayani pun mengatakan tim tersebut akhirnya diubah menjadi Satgas Ramah Anak.

"Kami datangkan konsultan agar diberi pembekalan. Selain itu kami susun juga SOP hingga AD/ART-nya seperti apa," kata Indrayani.

Ada 236 Titik Pintu Perlintasan Tak Dijaga di Wilayah Daop 6 Yogyakarta, Warga Diimbau Berhat-hati

Beruntungnya, Dusun Leses memiliki lahan kosong yang posisinya cukup strategis. Pemiliknya pun menyetujui lahannya tersebut dijadikan ruang bermain sementara, sambil menunggu pembangunan di lahan pengganti.

Oleh warga, lahan tersebut dijadikan ruang bermain terpadu bagi anak. Selain berbagai jenis wahana, di sana tersedia pula perpustakaan mini bagi mereka.

Halaman
12
Penulis: Alexander Aprita
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved