Advertorial

Kejari Surabaya Berikan Terobosan Baru Pengamanan Keuangan Negara

Menurut Anton tujuan mengembalikan dana bergulir yang disalahgunakan tersebut kepada LPDB agar supaya bisa disalurkan kembali kepada pelaku Koperasi d

Kejari Surabaya Berikan Terobosan Baru Pengamanan Keuangan Negara
Istimewa
LPDB-KUMKM menerima uang pengganti kerugian negara yang diserahkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya senilai lebih dari Rp400 juta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menyerahkan uang pengganti senilai lebih dari Rp400 juta kepada Lembaga Pengelola Dana Bergulir - Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM).

Uang pengganti tersebut bersumber dari pinjaman dana bergulir LPDB-KUMKM tahun 2013 yang disalahgunakan oleh Pengurus dan Manajer Koperasi Mitra Lestari.

"Langkah ini sebagai bentuk sinergi antara LPDB-KUMKM dengan Kejari Surabaya dalam melakukan pengamanan uang negara yang disalahgunakan. Seperti diketahui bahwa pengelolaan keuangan LPDB-KUMKM mengacu pada mekanisme pengelolaan APBN," kata Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo.

Kejati DIY Selamatkan Uang Negara Lebih dari Rp 1 Miliar

Braman melanjutkan, langkah terobosan yang dilakukan kedua belah pihak bisa menjadi model pengamanan keuangan negara yang dapat ditiru oleh Kejari di seluruh Indonesia.

Menurutnya masih ada kasus penyalahgunaan pinjaman dana bergulir oleh koperasi di daerah yang sudah divonis, seperti di Makassar, dan Jawa Tengah.

“Harapannya, terobosan ini akan menjadi contoh di seluruh Kejari di Indonesia. Karena pengalaman kami beberapa waktu lalu hasil keputusan Pengadilan Negeri contoh di Jawa Tengah setelah inkracht langsung di masukan ke kas negara. Ini akan menjadi kesulitan karena ini harus dikucurkan kembali ke KUMKM,” ungkapnya.

Adapun, LPDB dalam melaksanakan pengelolaan dana bergulir disalurkan dalam bentuk pinjaman/pembiayaan kepada Koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia.

Koperasi Mitra Lestari merupakan salah satu mitra LPDB yang mengalami masalah dalam pengembalian hutang dengan total hutang Rp755 juta lebih dari nilai pinjaman sebesar Rp 1 miliar.

LPDB Minta Seluruh Kejari Tiru Kejari Surabaya dalam Tangani Kerugian Negara

Dalam penyidikan yang dilakukan Kejari Surabaya mengungkap dana bergulir pinjaman dari LPDB-KUMKM tersebut telah disalahgunakan yang mana dana tersebut seharusnya disalurkan kepada para anggota koperasi, namun pada faktanya dana tersebut banyak digunakan untuk keperluan pribadi pengurus dan manajer.

“Perkara ini sudah berkekuatan hukum tetap, maka kami menyerahkan uang tunai bahwa dalam putusan pengadilan ini kita ajukan tuntutan kita langsung kembalikan ke LPDB,” ucap Kepala Kejari Surabaya Anton Delianto.

Menurut Anton tujuan mengembalikan dana bergulir yang disalahgunakan tersebut kepada LPDB agar supaya bisa disalurkan kembali kepada pelaku Koperasi dan UMKM yang membutuhkan bantuan modal usaha.

"Kami menyadari LPDB memiliki peran yang strategis dalam membina Koperasi dan UMKM di daerah, sehingga berkembang dan berdaya saing," ujarya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: vim
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved