Kakek Sugiono Sampaikan Salam untuk Para Penggemar di Indonesia, Simak Pengakuan Blak-blakannya Ini

Kakek Sugiono Sampaikan Salam untuk Para Penggemar di Indonesia, Ini Pengakuannya Bintangi Ratusan Film Dewasa

Kakek Sugiono Sampaikan Salam untuk Para Penggemar di Indonesia, Simak Pengakuan Blak-blakannya Ini
Ist
Shigeo Tokuda (84) pemain film dewasa tertua di dunia dari Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNJOGJA.COM, TOKYO - Shigeo Tokuda (84), aktor senior film khusus dewasa ddariJepang menekankan bahwa dalam hubungan antara lelaki dan wanita yang terpenting adalah komunikasi.

"Saya sudah main film dengan berbagai wanita mulai yang 20-an tahun hingga yang 70 tahunan. Namun paling enak menikmati kerja main film dengan wanita usia 30 - 40 tahunan karena bisa berkomunikasi dengan baik," kata Tokuda kepada Tribunnews.com, Rabu (22/5/2019).

Tokuda yang sering disebut Kakek Sugiono di Indonesia merasa senang mendapat julukan tersebut.

"Salam saya buat pecinta saya di Indonesia," kata dia.

Selama kerjanya lebih dari 26 tahun sebagai pemain film dewasa di Jepang, hingga saat ini, Tokuda merasa kurang enak saat berpasangan dengan wanita usia 20 tahunan, meskipun dia telah bermain untuk sedikitnya 400 film produk sedikitnya dua perusahaan film.

"Saat saya berpasangan dengan wanita usia 20 tahunan, memang mereka memanggil papa, kakek dan sebagainya. Tetapi bukan itu yang penting. Komunikasi, bagaimana kita bisa berbicara bersama pas antara lelaki dan perempuan, sehingga nyaman," ujarnya.

Tokuda mengakui mereka bekerja film dewasa itu hanya untuk dapat duit saja, tanpa ada maksud lainnya.

Kisah Tukang-tukang Cukur Berpenghasilan Sebulan Rp9 Juta, Tak Kalah dengan Gaji PNS Golongan IV

"Tapi kita kan membuat film supaya enak ditonton oleh pembeli film kita. Kalau pemain filmnya tak nyaman dalam berkomunikasi dalam berhubungan kan jadi tak enak ditonton dan akan tidak laku film tersebut," jelasnya.

Jadi sebenarnya dalam hubungan lelaki dan perempuan, lepas dari segi usia, menurutnya yang terpenting adalah komunikasi dua arah antar keduanya.

"Kalau sudah pas bicaranya, enak komunikasinya, pasti segalanya berjalan lancar dan film juga jadi enak ditonton," kata dia.

Sedangkan wanita usia 30 sampai 40 tahunan biasanya memang sudah matang, sehingga komunikasi sangat enak.

"Demikian pula wanita yang berusia 50 tahun ke atas sampai 70 tahun tentu sudah matang enak komunikasinya. Tetapi kita kan lihat pembelinya. Jarang orang mau beli film dewasa yang kedua pemainnya sama-sama tua. Bukan berarti tidak ada. Kalau demikian ya artinya film kita tidak akan banyak terjual semuanya, jadi rugi bukan?" tambahnya.

Oleh karena itu menurutnya perpaduan antara tua dan muda, yang cantik dan kakek-kakek masih bisa dilakukan dan bisa saja menarik bagi banyak orang.

Diakuinya selama ini filmnya ditonton paling banyak orang dewasa mulai sekitar usia 40 tahun ke atas. Tetapi anak muda mungkin kurang begitu suka.

"Tidak apa-apa, karena usia 30 tahun ke atas adalah kelas yang punya uang sudah bekerja dan mapan, jadi pas dengan produk yang kita keluarkan dan ada pembelinya serta punya uang," ujarnya. (*)

Skandal Dugaan Istri Pak Dewan Selingkuh dengan Ketua Panwaslih, Pengakuan Istri Bikin Sakit Hati

Cerita Pelarian Pembunuh Ketua Waria, Kemanapun Kabur Tak Tenang Selalu Dihantui Wajah Korban

Editor: dik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved