Gunungk

Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Larang Masyarakat Sembelih Hewan yang Sakit

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk tidak menyembelih atau mengkonsumsi daging hewan ternak yang sakit.

Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Larang Masyarakat Sembelih Hewan yang Sakit
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Di temukannya bakteri antraks di hewan ternak milik warga di dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo membuat Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk tidak menyembelih atau mengkonsumsi daging hewan ternak yang sakit.

Hal tersebut disampaikan oleh, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, Minggu (26/5/2019).

Kenali Penyebab Penyakit Antraks

"Sering terjadi ketika hewan ternak hampir mati karena sakit lalu disembelih oleh pemiliknya, mereka 'eman-eman' (sayang) kalau dagingnya dibuang karena dulu saat membeli ternak mencapai puluhan juta," katanya.

Ia menambahkan banyak dari masyarakat yang memiliki hewan ternak dan hewan ternak sakit lalu mereka berinisiatif menyembelih hewwan tersebut dengan alasan agar tidak haram jika dikonsumsi.

"Kalau dibandingkan dengan kesehatan masyarakat sendiri sebenarnya tidak sebanding," imbuhnya.

 • Pemda DIY Tindaklanjuti Kasus Kematian Sapi Diduga Akibat Antraks di Gunungkidul

Kasi Keswan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan pangan Kabupaten Gunungkidul, Retno Widyastuti mengatakan hewan ternak yang terkena anthraks tidak bisa dibedakan secara fisiknya.

"Kalau secara fisik tidak bisa dibedakan mana yang kena anthraks mana yang tidak hanya saja hewan yang kena anthraks itu matinya tiba-tiba seketika setelah mati seluruh lubang yang ada pada hewan akan mengeluarkan darah kehitaman," jelasnya.

Selain itu menurutnya hewan yang terkena anthraks ketika disembelih darah hewan tersebut tidak dapat membeku jadi darah akan mengalir terus menerus.

"Walaupun hewan ternak sudah mati kalau kita mengambil darah dari venna akan tetap mengalir itu ciri khas hewan ternak seperti sapi yang kena anthraks. Kalau sapi normal sehat ketika disembelih dapat segera membeku," katanya.

Peternak Sapi di Sleman Khawatir Penular Penyakit Anthrax

Ia menambahkan ketika sapi yang mati mendadak tidak disembelih dan langsung dikubur dalam lubang sedalam 2 meter, bakar ditempat dan diguyur formalin maka bakteri anthraks terputus penyebarannya.

"Yang membuat tersebar kan ketika disembelih darahnya berceceran dan dikonsumsi," imbunya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved