Bantul

Cegah Kemacetan di Lokasi Pasar Tumpah, Dishub Bantul Minta Pedagang Mundur 2 Meter dari Bahu Jalan

Cegah Kemacetan di Lokasi Pasar Tumpah, Dishub Bantul Minta Pedagang Mundur 2 Meter dari Bahu Jalan

Cegah Kemacetan di Lokasi Pasar Tumpah, Dishub Bantul Minta Pedagang Mundur 2 Meter dari Bahu Jalan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul telah menyiapkan strategi untuk mengurai kepadatan lalu lintas saat mudik lebaran. Terutama di pasar tumpah yang disinyalir menjadi penyebab terjadinya perlambatan laju kendaraan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bantul Agus Jaka Sunarya mengatakan aktivitas pasar tumpah di Kabupaten Bantul terutama di wilayah Mangiran saat mudik lebaran dipastikan akan tetap berjalan.

Namun, Agus menghimbau kepada panitia supaya akses jalur lewat kendaraan tidak boleh ditutup. Mengingat lokasi pasar tumpah yang berada di jalan Srandakan itu merupakan jalur nasional.

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dan membuat kesepakatan dengan panitia penyelenggara pasar tumpah. Hasilnya, pedagang pasar tumpah diminta untuk membuka kios-kiosnya mundur dua meter dari bahu jalan.

Pemkot Yogya Taati Larangan Penerimaan Parsel dan Pemakaian Mobdin untuk Mudik

"Itu sudah disepakati sejak tahun kemarin. Sehingga nanti untuk lebaran tahun ini, saya yakin semua bisa berjalan dengan baik dan lancar," terang Agus ditemui pada Jumat (24/5/2019) kemarin.

Selain itu, Agus menambahkan, pihaknya juga menghimbau kepada panitia pasar tumpah supaya tidak memarkir kendaraan di bahu jalan. Semua parkir kendaraan diharapkan masuk ke halaman rumah warga atau lahan parkir perkampungan.

Sehingga tidak menghambat laju kendaraan para pemudik.

Larangan parkir kendaraan dibahu jalan juga berlaku bagi objek wisata di Bendung Kamijoro. Menurutnya Bendung Kamijoro kemungkinan akan ramai dikunjungi oleh warga pribumi maupun wisatawan lokal.

Viral Video Pria Dipukuli Polisi Ternyata Bukan Harun Rasyid, Ini Sosoknya Menurut Polisi

"Wisatawan parkir kendaraan di tepi jalan kami tidak mengizinkan sebelum diberi marka atau penambahan pelebaran," tuturnya.

Agus menyarankan kepada pengelola objek wisata Bendung Kamijoro untuk memarkir kendaraan wisatawan di lahan parkir masyarakat. Baik lahan milik pribadi ataupun milik perkampungan, asalkan jangan di bahu jalan.

Bagi pengelola yang tidak mematuhi aturan. Agus mengingatkan akan ada sanksi. "Satu, dua, tiga kali kita tegur masih ngeyel. Izin akan kami cabut. Jika akan mengajukan izin kembali maka akan kita ganti pengelolanya. Jangan itu lagi," tegas Agus. (Tribunjogja I Ahmad Syarifudin)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved