Safari Tarawih Putaran Ketujuh, Dr Abdul Mustaqim Urai Tanda Amal Diterima Allah SWT

Yaitu adanya perasaan takut amal tidak diterima, menganggap ibadah masih sedikit, tidak membanggakan amal, cinta ketaatan dan membenci kemaksiatan.

Safari Tarawih Putaran Ketujuh, Dr Abdul Mustaqim Urai Tanda Amal Diterima Allah SWT
Istimewa
Dr. Abdul Mustaqim (kiri) dan Kakanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan di sela Safari Tarawih, Jumat (24/5) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM - Tanda amal ibadah diterima Allah SWT paling tidak ada 5 (lima) hal.

Yaitu adanya perasaan takut amal tidak diterima, menganggap ibadah masih sedikit, tidak membanggakan amal, cinta ketaatan dan membenci kemaksiatan, serta banyak berdoa dan berharap kepada Allah SWT.

Dr Abdul Mustaqim menegaskan hal itu saat memberikan tausiyah Safari Tarawih Pejabat dan Aparat Pemda DIY Putaran VII, Jumat (24/5) malam di Istana Kepresidenan Gedung Agung, Jalan Jenderal Ahmad Yani Yogyakarta.

Turut hadir Kakanwil Kementerian Agama DIY Edhi Gunawan, Kabid Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf Muklas, Kabid Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Nadhif, dan ratusan jamaah lainnya.

"Justru tanda amal diterima adalah adanya perasaan takut, khawatir amal kita tidak diterima. Karena ini akan membuat kita lebih berhati-hati," papar Mustaqim. Ciri kedua menurutnya adalah menganggap ibadahnya masih sedikit.

"Meski salat yang dikerjakan masih jauh dari kata khusyuk, tapi ya tetap mesti dikerjakan," kata dosen UIN Sunan Kalijaga itu.

Ia lantas menyitir petuah Buya Hamka bahwa ibadah salat seperti menyalakan radio. "Awalnya belum jelas, masih kresek-kresek, lama-lama nanti jelas karena ada penyesuaian frekuensi, begitu pula salat yang kita kerjakan," urainya.

Ketiga, tambahnya, tidak membanggakan amal. "Jangan sampai kita merasa paling salih, lebih baik kita berendah hati kepada sesama, apalagi kepada Allah," ungkap pengasuh Lingkar Studi Quran ini.

Ia juga mengingatkan bahwa kenikmatan akan didapat setelah mampu menahan diri. "Terakhir, mari kita senantiasa banyak berdoa dan berharap kepada Allah," pungkasnya.

Sementara perwakilan dari Istana Negara Yogyakarta Budi Nuryanto menyampaikan ucapan terima kasih atas hadirnya para jamaah. Pantauan di lokasi, jamaah meluber hingga selasar dan lorong Gedung Agung.

Jadwal safari selanjutnya Senin (27/5) di Pura Pakualaman dan putaran terakhir Rabu (29/5) di Jogja Expo Center. (rls)

Editor: ribut raharjo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved