Yogyakarta

PUKAT UGM Sebut Pengawasan Gratifikasi di Lingkup ASN Masih Lemah

Penegakan dan pengawasan terhadap tindakan hukum ataupun sanksi di lingkungan ASN terkait tindakan gratifikasi masih terlalu lemah.

PUKAT UGM Sebut Pengawasan Gratifikasi di Lingkup ASN Masih Lemah
ist
ilustrasi

TRIBUNJOGJA.COM - Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, Yuris Rezha menjelaskan, memasuki perayaan hari besar keagamaan potensi ASN untuk bertindak menyimpang cukup rentan terjadi.

Dalam budaya timur, perayaan hari besar biasanya digunakan sebagian besar orang untuk memberi hadiah atau bingkisan kepada rekan maupun orang terdekat.

Di lingkungan ASN hal itu jelas dilarang karena pemberian yang berhubungan dengan jabatan serta berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya, merupakan bentuk dari tindakan gratifikasi.

Namun demikian, Yuris berpendapat tidak semua pemberian yang diterima ASN berbentuk gratifikasi atau suap.

Dua Rekomendasi Brand Fashion Lokal Kekinian

Ia menilai, pemberian yang tidak atas sebuah jabatan dan tidak berlawanan dengan kewajiban tidak termasuk ke dalam tindak pidana.

"Memang yang lebih aman setiap penyelenggara negara tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun. Kalaupun menerima harus segera dilaporkan sebelum 30 hari," jelas Yuris kepada Tribunjogja.com, Sabtu (25/5/2019).

Ia melanjutkan, penegakan dan pengawasan terhadap tindakan hukum ataupun sanksi di lingkungan ASN terkait tindakan gratifikasi juga masih terlalu lemah.

Menurut Yuris, imbauan dari Kemendagri perlu ditindaklanjuti oleh setiap Kementerian, Lembaga, maupun Pemda.

Pemkot Yogya Taati Larangan Penerimaan Parsel dan Pemakaian Mobdin untuk Mudik

KPK pun telah mengingatkan kepada Kementerian, Lembaga, maupun Pemda untuk membentuk Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG), sehingga imbauan dari Kemendagri akan dapat berjalan secara maksimal di setiap instansi pemerintahan.

"Misalnya bisa dilakukan dengan pelayanan khusus atau sosialisasi ulang, jadi surat edarannya ditangkap di setiap UPG," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved