Kota Yogya

Pemkot Yogya Taati Larangan Penerimaan Parsel dan Pemakaian Mobdin untuk Mudik

ASN juga diminta untuk menolak pemberian berbentuk uang, fasilitas dan pemberian lain yang berhubungan dengan jabatan.

Pemkot Yogya Taati Larangan Penerimaan Parsel dan Pemakaian Mobdin untuk Mudik
istimewa
Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti 

TRIBUNJOGJA.COM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI mengimbau kepada para pejabat pemerintah daerah (Pemda) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak menerima fasilitas berupa parsel dan pemakaian mobil dinas (mobdin) pada hari raya keagamaan.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran bernomor 003.2/3975/SJ dan 003.2/3976/S yang ditujukan kepada Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi, serta Bupati/Walikota dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota.

ASN juga diminta untuk menolak pemberian berbentuk uang, fasilitas dan pemberian lain yang berhubungan dengan jabatan serta berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Dua Rekomendasi Brand Fashion Lokal Kekinian

Menanggapi imbauan tersebut, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menaati aturan tersebut dan kepada seluruh ASN di lingkup Kota Yogyakarta memang kerap disampaikan jelang perayaan hari raya keagamaan.

Menurutnya, semua ASN tidak terkecuali mesti taat dan tidak melanggar aturan yang disampaikan.

"Ini kan sudah rutin disampaikan. Pemkot juga melarang, ditepati saja dari waktu ke waktu. Mesti ditaati terus menerus," kata Haryadi saat dihubungi Tribunjogja.com, Sabtu (25/4/2019).

Haryadi juga mengingatkan, bagi ASN yang menerima pemberian dalam bentuk apapun juga diingatkan untuk melaporkan ke pihak terkait guna ditindaklanjuti.

90 Persen Bus di Terminal Giwangan Yogyakarta Dinyatakan Laik Operasional untuk Angkutan Mudik

"Dari inspektorat kan juga sudah ada aturannya, kalau terima ya lapor saja," imbuhnya.

Pemkot juga dengan tegas melarang ASN untuk tidak menggunakan mobdin dan mobil jabatan untuk keperluan mudik.

"Tetap nggak boleh dengan alasan apapun. ASN kan juga sudah bisa membedakan sekarang. Jadi tetap kita larang," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved