Nasional

Respons Aksi 22 Mei, Akademisi UGM Serukan Kembali ke Amanah Proklamasi

Rektor UGM Panut Mulyono menyerukan agar seluruh elit politik dan elemen masyarakat kembali mengedepankan amanah Proklamasi 17 Agustus 1945.

Respons Aksi 22 Mei, Akademisi UGM Serukan Kembali ke Amanah Proklamasi
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
PERNYATAAN SIKAP. Rektor UGM, Panut Mulyono mebacakan pernyataan sikap PEsan PErsatuan dan Perdamaian dari UGM di kampus UGM, Jumat (24/5/2019). PErnyataan sikap atas nama para dosen di UGM tersbeut untuk menyikapi beberapa kejadain hari terakhir terkait hasil Pemilu 2019. Dalam kesempatan tersbeut diharapkan tidak terjadi lagi kekerasan yang terjadi dan pihak yang tidak menerima hasil pemilu bisa menampuh jalur konstitusional. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rektor bersama jajaran akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menggelar jumpa pers pada Jumat (24/05/2019) pagi. Jumpa pers tersebut dalam menanggapi aksi 22 Mei di Jakarta.

Membacakan pernyataan tertulis, Rektor UGM Panut Mulyono menyerukan agar seluruh elit politik dan elemen masyarakat kembali mengedepankan amanah Proklamasi 17 Agustus 1945.

"Marilah kembali ke nilai-nilai kejujuran, integritas, dan tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan," kata Panut di Balairung Gedung Pusat UGM.

Jika Terbukti Langgar Kesusilaan, UGM Akan Berikan Sanksi Terberat Bagi Joki Tes FK UM Surabaya

Mewakili para dosen di UGM, Panut merasa prihatin atas aksi yang diwarnai dengan kekerasan.

Jajaran dosen dan pejabat UGM usai jumpa pers di Balairung Gedung Pusat UGM, Jumat (24/05/2019) pagi
Jajaran dosen dan pejabat UGM usai jumpa pers di Balairung Gedung Pusat UGM, Jumat (24/05/2019) pagi (TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando)

Menurutnya, perbedaan preferensi politik adalah hal yang alami, sehingga tidak perlu dibawa dalam ketegangan.

Dekan Fakultas Hukum Sigit Riyanto menyebut aksi tersebut tak lepas dari polarisasi dalam masyarakat, yang berlangsung bahkan sejak Pemilu belum dilaksanakan.

UGM Mewisuda 1227 Lulusan Program Sarjana dan Diploma

Ia pun meminta agar pemerintah turut bertanggungjawab dalam menangani dan mengusut tuntas aksi yang berakhir ricuh.

Tidak hanya itu, ia juga melihat bahwa ini merupakan tanggung jawab rakyat Indonesia secara keseluruhan.

"Polarisasi yang berkembang sedemikian rupa mengganggu kehidupan sosial dan kekompakan seluruh rakyat. Gejala-gejala pelanggaran hukum pun sudah tampak," kata Sigit.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved