Bantul

BNNK Bantul Imbau Masyarakat Dukung Rehabilitasi Pengguna Narkoba

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Imbau Masyarakat Dukung Rehabilitasi Pengguna Narkoba

BNNK Bantul Imbau Masyarakat Dukung Rehabilitasi Pengguna Narkoba
Tribun Jogja/Amalia Nurul Fathonaty
BNNK Bantul saat menggelar jumpa pers di kantor setempat, Jumat (24/5/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul gencar melakukan sosialisasi tentang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN).

Pada Maret-Desember 2018 BNNK Bantul melaksanakan 96 kegiatan, dengan sasaran 17.700 instansi maupun masyarakat termasuk sekolah.

Pada 2019 ini, sudah terlaksana 30 kegiatan dengan sasaran 3820 orang yang terdiri dari masyarakat, instansi, dan pelajar.

Tindak pidana narkotika di Kabupaten Bantul di 2017-2018 berdasar data Polda DIY yang disampaikan oleh BNNK Bantul mengalami kenaikan yakni mencapai 60 persen.

Balitbang Kota Magelang Buka Seleksi Riset Unggulan Daerah 2019

"Kenaikannya meliputi jumlah kasus, tersangka, dan barang bukti yang disita," jelas Kepala BNNK Bantul, Arfin Munajah, Jumat (24/5/2019) dalam jumpa pers di Kantor BNNK Bantul.

Rinciannya, pada 2017 di Bantul tercatat ada 86 perkara dan 86 tersangka. Sedangkan di 2018 ada 78 perkara dan 80 tersangka.

Untuk 2019 ini, BNNK Bantul menargetkan penerimaan rawat inap sosial sejumlah 20 orang dan sudah terealisasi 10 orang yang dirawat di Panti Sosial Hafara. Sementara untuk target rawat jalan instansi pemerintah sebanyak 15 orang. "Baru terealisasi proses rehabilitasi 2 orang," jelas Arfin.

Penyebar Hoaks Polisi Impor di Demo 22 Mei Ditangkap, Dianggap Sebarkan Kebencian dan SARA

Lanjutnya, target rawat jalan di komponen masyarakat atau di rumah sakit swasta yakni sejumlah 10 orang. Namun target tersebut belum terealisasi hingga saat ini. Selain rawat inap dan rawat jalan, ada pula asesmen terpadu bekerja sama dengan Polres Bantul.

Kasi Rehabilitasi BNNK Bantul, Tri Galih menambahkan, layanan rehabilitasi ini masih belum diketahui masyarakat umum. "Banyak yang belum mengakses karena masyarakat belum tahu bahwa ada layanan rehabilitasi," ujarnya.

Rehabilitasi melalui BNN ini biayanya sepenuhnya ditanggung oleh negara. "Kalau di swasta biayanya luar biasa," katanya. (Tribunjogja I Amalia Nurul Fathonaty)

Penulis: amg
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved