Sleman

Pengelolaan Sampah Jangan Hanya Berorientasi pada Uang

Ia justru menyayangkan aktivitas pengolahan sampah yang hanya berorientasi pada hasil secara finansial.

Pengelolaan Sampah Jangan Hanya Berorientasi pada Uang
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
FGD FORPI Sleman di Gedung Sekda Sleman, Kamis (23/05/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Iswanto menyatakan pola pikir masyarakat harus berubah jika ingin pengelolaan sampah berjalan optimal dan efektif.

Pria yang juga inisiator dari Komunitas Pengolahan Sampah Dusun Sukunan, Banyuraden, Gamping, Sleman ini menyebut sampah juga bisa membantu kesejahteraan warga.

SDM Terbatas, DLH Sleman Dorong Warga Kelola Sampah Secara Mandiri

"Pengolahan dan pemilahan sampah yang baik oleh komunitas bisa menjadi sumber penghasilan sendiri. Sebab sampah bisa didaur ulang dan dijual," kata Iswanto di Gedung Sekda Sleman, Kamis (23/05/2019).

Meskipun demikian, ia berpesan agar pengolahan sampah juga didasarkan pada tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kesehatan masyarakatnya.

Sebab yang terpenting adalah bagaimana warga perseorangan bisa mengelola sampah secara mandiri.

Ia justru menyayangkan aktivitas pengolahan sampah yang hanya berorientasi pada hasil secara finansial.

"Banyak Bank Sampah yang gagal karena terlalu berorientasi pada uang yang dihasilkan," ujar Iswanto.

Gelar FGD, FORPI Sleman Bahas Masalah Pengelolaan Sampah

Sangat penting, menurut Iswanto, bagaimana warga bisa mengubah pola pikirnya masing-masing dalam menangani sampah, sehingga menjadi budaya yang tepat.

Anggota FORPI Sleman Hempri Suyatna justru berharap dari sisi organisasi pemerintah juga lebih berperan dalam mengubah pola pikir masyarakat.

Hempri mencatat anggaran Kabupaten Sleman untuk pengolahan sampah mencapai Rp 9 miliar. Menurutnya, dana sebesar itu bisa digunakan untuk mencari berbagai solusi alternatif penanganan sampah.

"Termasuk koordinasi seluruh instansi pemerintahan, sehingga program bersih dari sampah bisa lebih optimal," kata akademisi dari UGM ini.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved