Yogyakarta

Penataan Malioboro Diharapkan Matang dan Jangan Timbulkan Parkir Liar

Kalangan legislatif DIY meminta konsep semi pedestrian di Malioboro dan pengalihan arus lalu lintas ke depannya dikonsep matang.

Penataan Malioboro Diharapkan Matang dan Jangan Timbulkan Parkir Liar
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kalangan legislatif DIY meminta konsep semi pedestrian di Malioboro dan pengalihan arus lalu lintas ke depannya dikonsep matang.

Kajian untuk menerapkan konsep ini juga harus matang karena menyangkut beragam aspek kehidupan masyarakat.

“Diperlukan perencanaan matang untuk konsep Malioboro ini. Karena menyangkut aspek politik, sosial budaya, dan ekonomi,” jelas Anggota Komisi C DPRD DIY,  Chang Wendriyanto Tribun Jogja, Kamis (23/5/2019).

Uji Coba Konsep Kawasan Pedestrian Malioboro Akan Dilaksanakan Bulan Depan

Salah satunya adalah perlunya pengaturan terkait kendaraan bermotor bagi yang akan ke Malioboro dan juga PKL. 

Menurut Chang penataan parkir juga harus diperhatikan karena menyangkut ekonomi orang banyak. 

"Jangan konsep ini justru menguntungkan mal.  Rakyak kecil kemudian kesusahan dan jangan sampai malah menimbulkan parkir liar, " urainya.  

Keberhasilan penataan dan juga konsep pedestrian ini, kata dia, tergantung dari perencanaan dan melibatkan semua pihak.

Diantaranya, komunikasi dengan pengusaha toko, pedagang kaki lima (PKL), pengusaha hotel, mal dan lainnya harus ada.

Dinas Pariwisata DIY Prediksi Malioboro jadi Tujuan Utama Wisatawan Saat Malam Hari

“Masyarakat pun harus tahu dan perlu dilibatkan untuk Malioboro ini. Karena, banyak pendatang yang ke Malioboro,” jelasnya.

Sementara ini, rencana untuk dijadikan pedestrian masih akan diterapkan dua hingga tiga tahun lalu.

Halaman
12
Penulis: ais
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved