Kulon Progo

Kasus Antraks di Gunung Kidul, Pemkab Kulon Progo Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan Ternak

Pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk ke wilayah Kulon Progo kian diintensifkan pemerintah setempat.

Kasus Antraks di Gunung Kidul, Pemkab Kulon Progo Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan Ternak
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk ke wilayah Kulon Progo kian diintensifkan pemerintah setempat.

Hal itu sebagai langkah antisipasi atas munculnya kasus penyakit antraks di Gunung Kidul.

Kepala Bidang Kesehatan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo, Drajat Wibowo pihaknya mengintensifkan pengawasan terhadap hewan ternak yang masuk dari luar wilayah serta dilakukan pemeriksaan hewan dari luar yang dibeli peternak Kulon Progo.

Dia menegaskan, setiap hewan yang masuk ke Kulon Progo harus dilengkapi surat kesehatan hewan (SKH) dari daerah asal.

7 Hewan Ternak Positif Terjangkit Antraks, Pemkab Gunungkidul Langsung Laksanakan Vaksinasi Massal

"Tanpa surat itu, peternak atau pedagang harus memeriksakan hewan yang dibawanya di pos kesehatan hewan yang ada di pasar. Yakni di Pasar Hewan Pengasih dan Pasar Sentolo Baru di mana kami juga mengawasi di pasar," jelas Drajat, Kamis (23/5/2019).

Sedangkan untuk hewan milik peternak, disebutnya tidak ada pengawasan dan pemeriksaan dari rumah ke rumah melainkan hanya dilakukan dari lalu lintasnya hewan tersebut.

Sedangkan bila ada penemuan atau laporan hewan yang mati mendadak atau lainnya seperti antraks, pihaknya tentu saja akan langsung melakukan pemeriksaan di lapangan.

Terkait kasus antraks yang pernah terjadi di Girimulyo di awal 2017 disebutnya masih terkendali dengan baik.

Drajat mengatakan kasus itu tidak berkembang dan petugas terus memantau secara berkala sehingga tidak muncul lagi kasus penyakit tersebut di Kulon Progo sampai sejauh ini.

Wabup Gunungkidul Imbau Masyarakat Gunungkidul Lebih Berhati-hati Konsumsi Daging Sapi

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DInas Kesehatan Kulon Progo, Ananta Kogam mengimbau masyarakat untuk semakin menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Meliputi cuci tangan dengan sabun, konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, dan istirahat cukup.

Hal ini di antaranya untuk mencegah penularan atau penjangkitan penyakit antraks.

"Penularannya bisa melalui kulit, daging, tulang, ataupun kotoran hewan itu. Bakteri masuk ke tubuh manusia lewat jaringan kulit yang terluka maupun udara. Namun di Kulon Progo saat ini tidak ditemukan antraks lagi setelah kejadian 2017 lalu," kata Ananta.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved