Jenazah Mbah Arjo Gunung Kelud Masuk ke Liang Lahat Disambut Suara Petasan, Wasiat Almarhum

Jenazah Mbah Arjo Gunung Kelud Dimasukkan Liang Lahat Disambut Suara Petasan, Wasiat Almarhum

Jenazah Mbah Arjo Gunung Kelud Masuk ke Liang Lahat Disambut Suara Petasan, Wasiat Almarhum
Tribunjatim| Surya
Jasad Mbah Arjo Suwito diberangkatkan dari rumah duka di Dusun Sukomulyo, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Rabu (22/5/2019). 

"Atas penemuan candi itu, mbah Arjo dijadikan juru kunci dan dapat bayaran," ungkapnya dikutip Tribunjogja.com dari Surya.

Di tempat yang terpencil karena jauh dari mana-mana (perkampungan), mbah Arjo tinggal berdua dengan anak gadisnya.

Yakni, Ny Ginem, yang berusia 52 tahun, yang tak lain anak mbah Arjo yang ke-18 dari istrinya yang keenam.

"Meski tinggal di tempat yang seperti itu, mbah Arjo sangat sabar, dan menjalani hidup dengan tulus. Itu patut jadi panutan kami, yang muda-muda," pungkasnya.

Kolam Susu Ternyata Tak Cuma Syair Lagu Koes Plus, Begini Wujud Aslinya

Kisah Mbah Arjo

Dari puncak Gunung Kelud itu, tempat mbah Arjo berjarak sekitar 10 kilometer.Untuk menuju ke lokasi itu, tak mudah karena jalannya cukup sulit, dengan melalui perkebunan pohon Karet, yang masuk wilayah perhutani (BKPH Wlingi).

Untuk kesana, harus ditempuh dengan sepeda motor yang sudah dimodifikasi seperti trail.

Jika mau ke tempat itu, rutenya harus melalui Kecamatan Talun, kemudian ke arah utara sekitar 12 kilometer yang sudah masuk Kecamatan Gandusari.

Dari Kecamatan Gandusari itu, harus ditempuh menggunakan sepeda motor trail, dan melalui dua desa.

Yakni, Desa Gandusari dan Gandungan.

Halaman
1234
Editor: iwe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved