Bantul

Kampung Batik Giriloyo Raup Pendapatan Rp 1,2 Miliar Sepanjang Tahun 2018

Sepanjang tahun 2018 pengunjung yang singgah ke kampung batik Giriloyo jumlahnya mencapai 20.300 wisatawan.

Kampung Batik Giriloyo Raup Pendapatan Rp 1,2 Miliar Sepanjang Tahun 2018
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Showroom di Kampung Batik Giriloyo. Menjual aneka macam batik tulis dari motif klasik hingga kekinian. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Batik sebagai pakaian khas Nusantara masih menjadi primadona dan diminati oleh sebagian masyarakat.

Bukan hanya dari Indonesia, batik bahkan diakui hingga kancah internasional.

Ketua Paguyuban Kampung Batik Giriloyo Nur Ahmadi mengatakan sepanjang tahun 2018 pengunjung yang singgah ke kampung batik Giriloyo jumlahnya mencapai 20.300 wisatawan.

Mereka datang dari dalam dan luar negeri.

Dua Rekomendasi Brand Fashion Lokal Kekinian

"Total penjualan kita mencapai Rp 1,2 miliar," ujar dia, saat ditemui Tribunjogja.com, Rabu (22/5/2019).

Menurut dia, penjualan yang masih tinggi didominasi oleh Batik dengan motif klasik, seperti batik tulis dengan motif Wahyu Temurun, Sidomukti, Sidoasih, Truntum, hingga Kawung.

Batik tulis dengan motif klasik diakui Ahmadi banyak peminatnya karena dipakai sebagai busana formal. Seperti dalam acara pernikahan ataupun kegiatan pemerintahan.

Sudah lebih dari sepuluh tahun terakhir Batik tulis di kampung Giriloyo, cengkehan, dan Karang Kulon, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul berkembang pesat.

Saat ini total sudah ada 13 outlet, dengan jumlah pengrajin batik ada sekitar 700 orang.

Melihat Lebih Dekat Kampung Batik Giriloyo di Bantul

"Jumlah pengrajin di kampung Batik ini belum pasti. Karena saat ini data pengrajin Batik by name-nya masih kita update. Tetapi perkiraan totalnya ada sekitar 700 pengrajin," terang Ahmadi.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved