Dinas Pariwisata DIY Prediksi Malioboro jadi Tujuan Utama Wisatawan Saat Malam Hari

Dinas Pariwisata DIY Prediksi Malioboro jadi Tujuan Utama Wisatawan Saat Malam Hari

Dinas Pariwisata DIY Prediksi Malioboro jadi Tujuan Utama Wisatawan Saat Malam Hari
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawetri
Ribuan warga telah memadati sepanjang Jalan Malioboro pada Senin (31/12/2018) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pariwisata DIY memperkirakan puncak kunjungan wisatawan di DIY akan terjadi pada hari ketiga lebaran sampai dengan akhir libur lebaran.

Singgih Raharjo, Kepala Dinas Pariwisata DIY mengungkapkan pada umumnya, di pagi hari wisatawan akan mengunjungi destinasi wisata yang bersifat alam seperti bukit, pantai, maupun sungai.

Sedangkan nanti di malam hari, wisatawan cenderung akan menghabiskan waktu di Malioboro maupun destinasi wisata lain yang ada di Kota Yogyakarta.

Untuk itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata yang ada di Kabupaten maupun Kota, juga dengan dinas perhubungan terkait pengaturan jalan menuju destinasi wisata.

Dishub Prediksi Kendaraan yang Masuk ke Sleman Saat Libur Lebaran Nanti Tembus 3,95 Juta

"Kami koordinasikan ke Kepala Dinas Kabupaten/Kota untuk menyiapkan segala sesuatunya yang penting. Biasanya hari ketiga sudah mulai ada pergerakan. Kalau hari pertama dan kedua tidak begitu banyak. Pagi sampai siang biasanya di destinasi. Tapi kalau sore sampai malam biasanya di kota, mall dan Malioboro. Trennya seperti itu," terangnya.

Dia menerangkan, masing-masing kabupaten/kota di DIY memiliki destinasi andalan masing-masing. Seperti di Gunungkidul yang terkenal dengan pantainya, di Bantul dengan Parangtritis dan Mangunan, di Sleman dengan Kaliurang dan Lava Tour-nya, Kulonprogo dengan pesona bukit menoreh dan Kota Yogyakarta sendiri dengan malioboro dan destinasi sekitarnya.

7 Hewan Ternak Positif Terjangkit Antraks, Pemkab Gunungkidul Langsung Laksanakan Vaksinasi Massal

Singgih menjelaskan pihaknya sudah melakukan persiapan, khususnya pada sisi pengelolaan seperti parkir, tidak ada kenaikan harga, pungli serta berpesan agar destinasi selalu dijaga kebersihannya.

Selain itu, di destinasi juga harus ada obat-obatan sebagai pertolongan pertama mana kala terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Untuk wilayah pantai, Tim SAR bekerja dengan pengelola akan memaksimalkan disana. Kita juga bekerjasama dengan adik-adik Pramuka yang standby di JEC, Malioboro dan YIA, serta di destinasi wisata," katanya. (Tribunjogja I Siti Umaiyah)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved