Gunungkidul

7 Hewan Ternak Positif Terjangkit Antraks, Pemkab Gunungkidul Langsung Laksanakan Vaksinasi Massal

7 Hewan Ternak Positif Terjangkit Antraks, Pemkab Gunungkidul Langsung Laksanakan Vaksinasi Massal

7 Hewan Ternak Positif Terjangkit Antraks, Pemkab Gunungkidul Langsung Laksanakan Vaksinasi Massal
net
Virus Antraks. 

7 Hewan Ternak Positif Terjangkit Antraks, Pemkab Gunungkidul Langsung Laksanakan Vaksinasi Massal

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Tujuh ekor hewan ternak milik warga di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo positif terjangkit penyakit antraks.

Hewan ternak yang terjangkit antraks tersebut terdiri dari lima ekor sapi dan dua ekor kambing.

Dari kelima sapi tersebut tiga di antaranya mati disembelih di kandang, dan dua di antaranya dijual dalam kondisi hidup.

Kasus antraks yang terjadi di Dusun Grogol 4 inipun langsung mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Gunungkidul, terutama dari Dinas Pertanian dan Pangan.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul Siapkan 250 Petugas Antisipasi Sampah Libur Lebaran

Dinas Pertanian dan Pangan pun sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti temuan ini.

"Pada 8 Mei kami dapat laporan petugas lapangan menyampaikan di Dusun Grogol 4 Desa Bejiharjo ada kematian ternak sapi mendadak. Lalu kami mengambil sampel tanah di tempat beberapa tersebut dan mengirimnya ke Balai Besar Veterina (BBVET) dan hasilnya sapi yang mati positif terkena spora antraks," kata Kepala dinas Pertanian dan Pangan Bambang Wisnu Broto.

Setahun Jalani Rehabilitasi, Arimbi dan Tetuko Akhirnya Kembali ke Alam Liar

Setelah diketahui positif anthraks pihaknya melakukan beberapa langkah antisipasi, seperti melaporkan kepada bupati, lalu melaporkan kejadian tersebut kepada Kementrian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Dari dirjen sendiri sudah turun langsung dan sudah memberikan vaksin sebanyak 2500 dosis atau 48 botol antibiotik dan obat-obatan lainnya, kami juga sudah melakukan penyiraman formalin ke tanah-tanah yang positif anthrax," jelasnya. (Tribunjogja I Wisang Seto Pangaribowo)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved