Sleman

Pemilik Abaikan Teguran, Satpol PP DIY Tertibkan 4 Reklame di Kawasan Jalan Kaliurang

Penertiban dilakukan lantaran pemilik reklame mengabaikan teguran yang sudah disampaikan hingga 3 kali.

Pemilik Abaikan Teguran, Satpol PP DIY Tertibkan 4 Reklame di Kawasan Jalan Kaliurang
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Penertiban reklame yang melanggar aturan di Jalan Kaliurang km 6,3 oleh Satpol PP DIY, Selasa (21/05/2019) pagi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY lakukan operasi penertiban reklame pada Selasa (21/05/2019) pagi.

Penertiban dilakukan di sepanjang kawasan Jalan Kaliurang, Sleman.

Kasi Penegakan dan Penyidikan Satpol PP DIY, Sumantri mengatakan penertiban dilakukan lantaran pemilik reklame mengabaikan teguran yang sudah disampaikan hingga 3 kali.

"Total ada 4 reklame yang ditertibkan. 3 di Jalan Kaliurang dan 1 di Jalan Besi Jangkang, Ngaglik, Sleman," ujar Sumantri.

Syarat dan Prosedur Mengurus Izin Reklame di Kabupaten Sleman

Salah satu reklame yang ditertibkan adalah sebuah papan nama toko modern di Jalan Kaliurang km 6,3, di Dusun Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman.

Papan tersebut berdiri menjorok ke arah jalan raya.

Menggunakan kendaraan dari Dinas Perhubungan DIY, sejumlah petugas Satpol PP melepas papan tersebut.

Sisa-sisa bongkaran pun kemudian dibawa dengan mobil bak terbuka milik Satpol PP DIY.

"Nanti akan jadi barang bukti untuk persidangan. Gelar perkara sudah kami gelar kemarin," kata Sumantri.

Satpol PP DIY Tertibkan Reklame yang Salahi Aturan Pemasangan

Menurut Sumantri, penertiban reklame ini terkait dengan Perda DIY 6/2017 tentang Penggunaan dan Pemanfaatan Bagian Ruas Jalan Provinsi.

Sedangkan dasar eksekusi penertiban adalah Perda DIY 2/2017 tentang Ketertiban Umum, Ketenteraman, dan Perlindungan Masyarakat.

Khususnya Pasal 9 tentang pemasangan reklame tanpa ijin pejabat berwenang.

"Pemilik reklame yang melanggar perda tersebut akan dikenakan denda maksimal Rp 50 juta atau kurungan penjara maksimal selama 3 bulan," kata Sumantri.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved