Kisah Yuli Lestari Dukuh Pandeyan Bantul Yogyakarta yang Ditolak Warga, Ingin Patahkan Argumen

YULI LESTARI dilantik sebagai Dukuh Pandeyan oleh Kepala Desa Bangunharjo, Yuni Ardi Wibowo. Yuli dinyatakan sebagai dukuh terpilih

Kisah Yuli Lestari Dukuh Pandeyan Bantul Yogyakarta yang Ditolak Warga, Ingin Patahkan Argumen
TRIBUNjogja.com | Ahmas Syarifudin
Proses pelantikan Yuli Lestari sebagai Dukuh Pandeyan di Pendopo Balai Desa Bangunharjo Sewon Bantul Jumat (17/5/2019) | Spanduk penolakan terhadap Dukuh Perempuan yang dibawa massa aksi ketika mendatangi Balai Desa Bangunharjo 

YULI LESTARI dilantik sebagai Dukuh Pandeyan oleh Kepala Desa Bangunharjo, Yuni Ardi Wibowo, pada Jumat (17/5/2019) sore, pukul 16.00 WIB. Pelantikan Yuli di Pendopo Balai Desa resmi disaksikan oleh sejumlah kerabat, warga dan Jajaran Pimpinan Kecamatan Sewon.

TERLIHAT  hadir Camat Sewon Danang Irwanto dan juga Kepolsek Sewon Kompol Paimun. Pelantikan Yuli, sebagai Dukuh Pandeyan, dibarengkan dengan pelantikan Hari Wantoro sebagai Dukuh Gatak. Prosesnya berjalan seperti pada umumnya. Diawali dengan pembacaan sumpah dan kemudian pelantikan.

"...Dengan resmi saya melantik saudari Yuli Lestari dan saudara Hari Wantoro untuk mengemban amanat rakyat dengan sebaiknya-baiknya, sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya," kata Kepala Desa Bangunharjo, Yuni Ardi Wibowo, ketika melantik keduanya sebagai Pamong Desa.

Tidak ada yang aneh dalam pelantikan sore itu. Namun yang barangkali sedikit berbeda adalah, proses pelantikan kedua Pamong itu dijaga ketat oleh aparat Kepolisian dan satpol PP. Musababnya, adalah kejadian enam jam sebelum pelantikan digelar.

Ada ratusan orang mendatangi Pendopo Balai Desa Bangunharjo. Mereka membawa spanduk penolakan yang dialamatkan kepada Yuli Lestari, sebagai Dukuh Pandeyan.

Satu di antaranya yang menolak adalah Suparman. Sebenarnya dia merupakan Ketua RT 02 di Dukuh Pandeyan. Namun sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap Yuli Lestari, dia langsung meletakkan jabatannya sebagai ketua Rukun Tetangga. "Jadi mulai hari ini saya bukan ketua RT lagi. Saya sudah mengundurkan diri," tegasnya.

Ia mengklaim bukan hanya dirinya yang lantang mengundurkan diri sebagai bentuk protes siang itu. Tetapi penolakan juga datang dari tiga ketua RT lain, yang ada di Padukuhan Pandeyan. Masing-masing merupakan RT 03, 04 dan 05.

Joki Tes Masuk FK UM Surabaya Ngaku Mahasiswa UGM dan ITB, Penyewa Jasa Bayar Rp125 Juta

Viral Video Poli Bule Inggris Istri Nur Khamid Pulang ke Bali, Ketahuan Lagi Makan Terong Plus Tahu

Dari lima RT yang ada di Pandeyan, menurut Suparman hanya ada satu RT yang mendukung Yuli Lestari menjabat sebagai Dukuh. Yaitu RT satu yang tidak lain, kata Suparman, ketua RT-nya dijabat oleh suami Yuli sendiri. "RT yang lainnya menolak semua. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama," ujar dia.

Dia mengklaim warga sudah bulat bersepakat. Bahkan, bukan hanya sejumlah ketua RT yang serentak meletakkan jabatannya. Sejumlah petugas posyandu dan PKK di Pandeyan diakui Suparman, kebanyakan menolak. "Mereka semua menyatakan mundur. Sampai batas waktu yang tidak ditentukan," tegas dia.

Nilai Tertinggi

Halaman
1234
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved