Bantul

Terkait Penolakan Dukuh, Sekda Bantul: Pahamilah, Negara Kita Tidak Diskriminatif

Tidak ada produk hukum yang dilanggar. Justru keliru apabila warga menolak Yuli Lestari karena alasan perempuan.

Terkait Penolakan Dukuh, Sekda Bantul: Pahamilah, Negara Kita Tidak Diskriminatif
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Helmi Jamharis 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Yuli Lestari, perempuan 41 tahun itu mendapatkan nilai tertinggi dalam bursa pemilihan Dukuh di Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul.

Ia mampu mengalahkan lima kandidat lainnya.

Yuli berhak menduduki jabatan Dukuh Pandeyan dengan mendapatkan nilai 73,9.

Tertinggi di antaranya calon lainnya.

Urutan kedua dan seterusnya ditempati oleh Daryanto dengan nilai 67.0, Dwi Nor Wibowo 65,4, Ahyan Haerani 62,0, Anas Yunarto 59,7 dan Aan Ikwanuddin dengan nilai 59,4.

"Tes yang diujikan meliputi tes tertulis, psikotes, wawancara, praktek dan pidato," kata Sayono, ketua panitia seleksi Pamong desa di Bangunharjo.

Bupati Suharsono: Semua Sudah Sesuai Aturan, Tidak Ada Alasan Batalkan Pelantikan Dukuh

Proses seleksi pemilihan Dukuh Pandeyan dilakukan pada awal bulan, tepatnya tanggal 4 Mei 2019.

Mekanismenya, kata Sayono sudah sesuai aturan yang berlaku.

Tim panitia seleksi terdiri dari tujuh orang.

Antara lain Pamong Desa tiga orang, BPD dua orang dan tokoh masyarakat atau lembaga dua orang.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved