Bantul

TAPD Kabupaten Bantul Terapkan Sistem Plafonisasi Anggaran Bagi OPD

Jajaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Bantul melakukan guidance bagi OPD dengan sistem plafonisasi anggaran.

TAPD Kabupaten Bantul Terapkan Sistem Plafonisasi Anggaran Bagi OPD
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jajaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Bantul melakukan guidance bagi OPD dengan sistem plafonisasi anggaran.

Plafonisasi ini dilakukan agar dapat dijabarkan sesuai nilai tertentu, sesuai dengan tupoksi masing-masing OPD.

Sekda Bantul, Helmi Jamharis mengatakan, plafonisasi dilakukan tanpa meninggalkan skala prioritas yang telah ditetapkan.

"Kami jajaran TAPD berusaha meng-guidance OPD-OPD dengan sistem plafonisasi anggaran. Tiap OPD diberi plafon dengan nilai tertentu untuk bisa dijabarkan sesuai dengan tupoksi masing-masing, tanpa meninggalkan skala prioritas yang telah ditetapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati dalam rangka mewujudkan RPJMD yang sudah diperdakan," ujarnya usai rapat paparan rencana kerja daerah, Senin (20/5/2019) siang di ruang rapat Sekda Bantul.

Secara umum, Helmi mengatakan, rencana kegiatan yang dipaparkan para OPD sudah cukup sesuai dengan plafon yang ditetapkan. "Sudah sesuai, tapi di forum kita juga melalukan dialog, ada juga yang belum pas, kita paskan," ungkapnya.

Polsek Kasihan Tangkap Lebih dari 10 Produsen Petasan, Semuanya Berstatus Pelajar

57 Pemohon Jalani Sidang Penetapan Akta Kematian yang Digelar Disdukcapil dan PN Bantul

Untuk plafonisasi ini telah ditetapkan angka defisit paling banyak lima persen. Meski demikian, ia memprediksi dapat terjadi kenaikan.

"Plafon kemarin kita defisitkan di angka 5 persen. Tetapi bisa jadi pada saat RKPD naik, karena pada forum ini ternyata ada usulan strategis yang belum teranggarkan dan tidak cukup kalau mengandalkan plafon. Sekalipun naik maksimal hanya 6 persen," jelasnya.

Untuk RKPD 2020 ini kata Helmi memang menyesuaikan APBD Kabupaten Bantul yang tidak mengalami banyak perubahan dari APBD 2019. Sehingga APBD betul-betul menjadi patokan utama pendapatan. (Tribunjogja I Amalia Nurul Fathonaty)

Penulis: amg
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved