Pendidikan

Mahasiswa UGM Ajak Warga Dusun Candran Manfaatkan Lahan Kosong untuk Budidaya Tanaman Pangan

Melalui kegiatan(PKM-M) Ristekdikti tahun 2019 menyasar ibu-ibu yang dianggap memiliki banyak waktu luang untuk diajak bertanam.

Mahasiswa UGM Ajak Warga Dusun Candran Manfaatkan Lahan Kosong untuk Budidaya Tanaman Pangan
istimewa
Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM mengajak warga Dusun Candran, Panggungharjo, Sewon, Bantul untuk menanam tanaman holtikulturan di pekarangan rumahnya. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Lahan pekarangan yang kosong seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya tanaman holtikultura seperti sayuran, buah-buahan, tanaman hias, dan tanaman obat-obatan.

Berdasarkan jenis-jenis hortikultura tersebut, sayuran memiliki manfaat yang besar bagi manusia karena mengandung berbagai gizi dan nutrisi baik mineral maupun vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.

Hal inilah yang menggerakkan ide lima mahasiswa Fakultas Pertanian UGM untuk berupaya menumbuhkan kesadaran warga agar memanfaatkan lahan pekarangan yang terbengkalai.

Dua Rekomendasi Brand Fashion Lokal Kekinian

Lima mahasiswa ini adalah Luthfi Indriyani Muslihah, Maria Hera Gratias, Nidha Nikmah Choirunnisa, Mafaza Nuana Azizah, dan Feri Ardiyanti yang ini mengajak warga Dusun Candran, Panggungharjo, Sewon, Bantul untuk menanam tanaman holtikulturan di pekarangan rumahnya.

Luthfi Indriyani Muslihah mengatakan Dusun Candran dipilih sebagai lokasi karena memiliki sumber daya lahan pekarangan yang tergolong luas namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Lahan pekarangan tersebut hanya dibiarkan begitu saja tanpa dirawat, sehingga banyak ditumbuhi tanaman liar yang kurang sedap dipandang.

"Kita ajak mereka untuk mengubah lahan itu sebagai lahan budidaya dengan mengusung konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari sederhana,” kata Lutfhi dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com Senin (20/5/2019).

Melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) Ristekdikti tahun 2019 menyasar ibu-ibu yang dianggap memiliki banyak waktu luang untuk diajak bertanam.

Aplikasi Meet Pharmy karya Mahasiswa UGM, Permainan untuk Kenalkan Profesi Apoteker

“Kita mengajak bahwa menanamkan jadi kebiasaan untuk memproduksi sayuran sendiri agar sayuran yang dikonsumsi lebih terjamin kualitasnya,” katanya.

Kegiatan pengabdian ini menutut Lutfhi sudah dimulai sejak pekan pertama bulan April lalu melalui sosialisasi tujuan program, timeline kegiatan, dan luaran yang diharapkan.

Pada kegiatan sosialisasi juga dipilih beberapa kader dari ibu-ibu untuk menjadi penggerak dalam keberlanjutan program ini. 

Saat ini, kelompok PKM-M yang didampingi oleh dosen Fakultas Pertanian UGM Dody Kastono ini telah memulai rangkaian kegiatan berupa persiapan lahan, penyemaian benih, penanaman, dan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga.

“Rencananya pada bulan Juni akan dilaksanakan kegiatan pemupukan. Kita harapkan program ini dapat terus berlanjut sebagai kegiatan secara mandiri oleh warga Dusun Candran dalam memanfaatkan pekarangannya,” katanya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved