Yogyakarta

Forum Komunikasi Perempuan Politik DIY Kawal Penolakan Dukuh Perempuan

Forum Komunikasi Perempuan Politik DIY akan menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan di kabupaten/kota untuk mensosialisasikan kesetaraan gender.

Forum Komunikasi Perempuan Politik DIY Kawal Penolakan Dukuh Perempuan
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Pertemuan antara Forum Komunikasi Perempuan Politik DIY dan Yuli Lestari, Dukuh Pedukuhan Pandeyan, Bangunharjo, Sewon, Bantul (kanan), Senin (20/5/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Forum Komunikasi Perempuan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan pertemuan dengan Yuli Lestari, Dukuh Pedukuhan Pandeyan, Bangunharjo, Sewon, Bantul yang ditolak warga.

Dalam pertemuan tersebut Yuli Lestari bercerita tentang proses pencalonan hingga akhirnya didemo warga.

Yuli menceritakan bahwa dulunya dia merupakan anggota Badan Permusyawaratan Daerah (BPD).

Sebagai anggota BPD, ia bertugas untuk menjaring aspirasi masyarakat untuk disampaikan ke Lurah.

Saat menjadi anggota BPD ada dua lowongan dukuh, yaitu Pandeyan dan Gatak.

Dua Rekomendasi Brand Fashion Lokal Kekinian

Ia pun ikut mensosialisasikan lowongan tersebut, kemudian tergerak untuk ikut mendaftar.

"Ya berniat untuk mendaftar. Salah satu syaratnya adalah mengumpulkan 100 KTP warga Pandeyan. Jadi saya bergerak. Sebenarnya saat itu sudah ada desas-desus kalau ada yang menolak dukuh perempuan. Tetapi saya tetap mendaftar, karena memang tidak ada yang menyampaikan langsung, hanya kabar saja," katanya saat ditemui Tribunjogja.com di kantor ORI Perwakilan DIY, Senin (20/5/2019).

Ia pun menjalani serangkaian tes, mulai dari psikologi, wawancara, pidato, dan teknologi informasi.

Karena seharian mengikuti tes, ia memilih langsung pulang tanpa menunggu pengumuman.

Halaman
123
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved