Densus 88 Dikerahkan Tangkap Pilot yang Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian dan Radikalisme

Polres Metro Jakarta Barat berkoordinasi dengan Densus 88 menangkap IR, seorang pilot yang diduga menyebarkan ujaran kebencian dan penghasutan

Densus 88 Dikerahkan Tangkap Pilot yang Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian dan Radikalisme
Dok. Polres Jakarta Barat
Pilot penerbangan swasta beinisial IR, yang sebarkan ujaran kebencian dan penghasutan melalui Facebook. 

TRIBUNJOGJA.COM - Polres Metro Jakarta Barat berkoordinasi dengan Densus 88 menangkap IR, seorang pilot yang diduga menyebarkan ujaran kebencian dan penghasutan di media sosial.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi, koordinasi dilakukan karena adanya dugaan tindak radikalisme terhadap IR.

"Karena kami temukan fakta bukan hanya ini saja, karena di tempat lain pernah ada penangkapan oleh densus diserahkan kepada wilayah dengan isi konten yang hampir sama," ujarHengki Haryadi di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (20/5/2019).

Lieus Sungkharisma Dibawa ke Polda dengan Tangan Diborgol

Konten yang dimaksud adalah penggunaan kata-kata "kami mencium bau surga" dan "upaya perlawanan".

Selain itu, kata Hengki, pihaknya masih mendalami apakah konten tersebut memang dibuat pelaku atau ada pihak lain yang menyebarkannya secara masif melalui media sosial.

Polisi belum bisa memastikan apakah kasus ini terkait dengan kasus terorisme.

"Saya belum bisa memastikan itu (terorisme) masih dalam pendalaman. Saya sama sekali tidak bicara bahwa ini terlibat terorisme, sedang didalami," katanya.

Partai Demokrat Tak akan Terlibat Aksi 22 Mei yang Menolak Hasil Pemilu

Adapun, IR ditangkap di kediamannya di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (18/5/2019).

Dalam salah satu unggahannya, terdapat kalimat hasutan kepada warga untuk melakukan perlawanan pada 22 Mei 2019 atau saat pengumumam resmi hasil rekapitulasi KPU RI. (Jimmy Ramadhan Azhari)

.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Gandeng Densus 88 Tangkap Pilot yang Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian"

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved