Kota Yogyakarta

Sambut Lebaran, UPT Malioboro Prioritaskan Kebersihan

Malioboro merupakan wajah Kota Yogyakarta, dan menjadi destinasi yang wajib dikunjungi, oleh sebab itu kebersihan Malioboro harus diprioritaskan.

Sambut Lebaran, UPT Malioboro Prioritaskan Kebersihan
IST
Suasana Malioboro beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - UPT Malioboro prioritaskan kebersihan Malioboro selama libur Lebaran.

Kepala UPT Malioboro, Ekawanto mengatakan biasanya H-7 dan H+7 akan terjadi peningkatan volume sampah.

Menurutnya Malioboro merupakan wajah Kota Yogyakarta, dan menjadi destinasi yang wajib dikunjungi, oleh sebab itu kebersihan Malioboro harus diprioritaskan.

Dua Rekomendasi Brand Fashion Lokal Kekinian

"Kalau satu hari sekitar tiga sampai truk, lebaran ini pasti akan membludak mungkin bisa dua atau tiga kali lipat. Kebersihan Malioboro juga jadi hal yang jadi perhatian kami," katanya pada Tribunjogja.com, Minggu (19/5/2019).

"Makanya nanti kami akan menambah tempat sampah di sepanjang Malioboro. Kami juga akan menambah personil kebersihan, dengan sapu ranjau sampah. Intensitas penyapuan juga ditingkatkan, dengan penambahan dua tosa. Jadi penyapuan Malioboro itu terus dilakukan," sambungnya.

Selain itu pihaknya juga akan mengoptimalkan radio Malioboro, untuk menyampaikan pesan-pesan terutama terkait dengan kebersihan.

Petugas Jogoboro pun diminta untuk tegas jika ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan.

Puluhan Siswa Kristen Kalam Kudus Ikut Reresik Malioboro

"Lebaran nanti pasti pengunjungnya banyak sekali, kami akan optimalkan semuanya, termasuk memberikan pesan-pesan kepada masyarakat. Ya untuk menjaga kebersihan Malioboro diperlukan peran dari masyrakat, membuang sampah pada tempatnya, dengan kesadaran sendiri," lanjutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Suyana menambahkan tidak ada peningkatan volume sampah yang signifikan saat libur Idul Fitri.

Namun diakuinya, sampah Malioboro memang sedikit melonjak.

"Kalau sampah di Kota Yogyakarta tidak meningkat signifikan. Kota Yogyaarta itu yang melonjak cuma Malioboro, pasti ada peningkatan. Kalau untuk sampah Malioboro, itu memang wewenangnya UPT Malioboro," tambahnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved