Melihat dari Dekat Potret Aktivitas Ibu-ibu Penjahit Onthel di Pasar Bantul

Butuh konsentrasi tinggi, mengingat mesin yang dipakai oleh Mbah Sukiyah bukanlah mesin jahit biasa

Melihat dari Dekat Potret Aktivitas Ibu-ibu Penjahit Onthel di Pasar Bantul
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Ibu-ibu penjahit onthel di pasar Bantul sedang menjahit sesuai pesanan 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Suara desing jarum, benang dan kain beradu cepat ketika tangan kanan Mbah Sukiyah mengayuh mesin jahit.

Meski telah berusia 75 tahun, tangannya terlihat masih cekatan menata posisi kain pada lubang jarum yang hendak dijahit.

Butuh konsentrasi tinggi, mengingat mesin yang dipakai oleh Mbah Sukiyah bukanlah mesin jahit biasa.

Jika umumnya aktivitas menjahit menggunakan mesin yang dikayuh dengan kaki ataupun mesin jahit portable otomatis, berbeda dengan mesin jahit Mbah Sukiyah.

Ia menggunakan mesin jahit onthel hasil dari modifikasi.

Tuas penggeraknya bukan di kaki melainkan di-bokongan (bagian ujung mesin), dan digerakkan menggunakan tangan kanan.

"Nama mesinnya onthel-an. Biasa disebutnya penjahit onthel," kata Mbah Sukiyah, menamai profesi dirinya.

Penjahit onthel ini bisa ditemui di bagian dalam pasar Bantul, tepatnya setelah los pakaian dan di depan masjid.

Menurut Mbah Sukiyah, pada hari biasa ada 13 orang yang menjalani profesi sama seperti dirinya.

Mereka duduk berjajar, menunggu orderan.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved