Diskusi Refleksi 21 Tahun Gerakan Reformasi, Melanjutkan Tugas Kebangsaan Kita

Acara akan digelar pada hari Senin 20 Mei 2019 jam 15.00 - 17.30 di Kampung Mataraman Panggungharjo Sewon Ringroad Selatan Yogyakarta.

Diskusi Refleksi 21 Tahun Gerakan Reformasi, Melanjutkan Tugas Kebangsaan Kita
Istimewa
Diskusi Refleksi Reformasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Merespons momentum Gerakan Reformasi Mei 1998 sejumlah eksponen aktivis Gerakan Mahasiswa 1998 Yogyakarta menggelar Diskusi Refleksi 21 Tahun Gerakan Reformasi dengan tema "Melanjutkan Tugas Kebangsaan Kita."

Diskusi menghadirkan sejumlah pentolan aktivis mahasiswa lintas kampus antara lain Ari Sujito (UGM), Supriyanto (UII), Abdul Rozaki (UIN Sunan Kalijaga), Heri Sebayang (UJB), Nor Janis (ISI) dan Iranda Yudhatama (UPN Veteran). Moderator diskusi Widihasto Wasana Putra (UAJY).

Acara akan digelar pada hari Senin 20 Mei 2019 jam 15.00 - 17.30 di Kampung Mataraman Panggungharjo Sewon Ringroad Selatan Yogyakarta.

Menurut panitia acara Bayu Aji, urgensi dari diskusi refleksi gerakan reformasi 1998 ini ada tiga hal.

Pertama sebagai sebuah pengingat sejarah bahwa akibat penyalahgunaan kekuasaan rezim Soeharto maka bangsa Indonesia pernah mengalami keterpurukan dahsyat. Krisis ekonomi politik memicu chaos sosial yang menelan banyak korban jiwa dan harta benda.

Urgensi kedua adalah dispora aktivis gerakan mahasiswa 1998 telah tersebar di banyak sektor kehidupan, baik di ranah parlementarian, pemerintahan, dunia pendidikan, hukum, seni-budaya, kewirausahaan dan sebagainya.

Secara moral para aktivis dituntut melanjutkan tugas-tugas kebangsaannya sesuai bidang masing-masing.

Ketiga sebagai respons situasi politik kekinian khususnya paska Pemilu 2019. Ekponen 1998 mengingatkan bahwa pemilu hanyalah salah satu instrumen demokrasi.

Perbedaan pilihan politik adalah keniscayaan. Polarisasi politik yang berpotensi mengancam keutuhan NKRI tidak sepatutnya terjadi.

Oleh sebab semua pihak dituntut memiliki integritas kuat dan komitmen tinggi untuk tunduk dan patuh pada aturan perundangan dan konstitusi.

Diingatkan bahwa sejak Reformasi 1998 bangsa Indonesia telah mengalami lima kali pemilu nasional secara demokratis. Secara umum pelaksanaannya relatif berjalan baik, aman dan damai. Capaian ini perlu terus dipertahankan.

Diskusi refleksi 21 tahun gerakan reformasi berlangsung gratis dan terbuka untuk umum.

Bagi yang ingin mengikuti diskusi dapat melakukan konformasi kehadiran melalui 081558413788.

Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved