Ramadan

Mengintip Koleksi Manuskrip Quran di Kadipaten Pakualaman Berusia 205 Tahun

Puro Pakualaman memiliki koleksi Al Quran kuno yang berusia sekitar 205 tahun dengan dilengkapi terjemahan dengan aksara pegon.

Mengintip Koleksi Manuskrip Quran di Kadipaten Pakualaman Berusia 205 Tahun
Tribun Jogja/Yosef Leon Pinsker
Pengunjung memperhatikan koleksi manuskrip Quran yang dipamerkan oleh Perpustakaan Widyapustaka Pakualaman dan Komunitas Jagongan Naskah, Sabtu (18/5/2019). 

Puro Pakualaman memiliki koleksi Al Quran kuno yang berusia sekitar 205 tahun dengan dilengkapi terjemahan dengan aksara pegon.

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kadipaten Pakualaman sebagai salah satu kerajaan Jawa cukup banyak menyimpan koleksi manuskrip kuno.

Satu di antaranya adalah manuskrip Quran yang diperkirakan berusia lebih dari satu abad.

Dalam suasana menyemarakkan bulan suci ramadan sekaligus mengajak masyarakat untuk mengenal filologi dan manuskrip kuno, Perpustakaan Widyapustaka Pakualaman dan Komunitas Jagongan Naskah menyelenggarakan pameran manuskrip Quran, Sabtu dan Minggu (18-19/5) di Gedhong Danawara, Pura Pakualaman.

Perpustakaan Widyapustaka Pakualaman menyimpan setidaknya lima manuskrip Quran. Beberapa di antaranya beriluminasi (sinar).

Cerita Burung Kolibri Tiap Tahun Selalu Pulang ke Rumah Orang yang Menyelamatkannya

Baru-baru ini juga telah ditemukan sebanyak 14 manuskrip Quran di Kagungan Dalem Masjid Agung Pakualaman.

Dalam pameran tersebut ditampilkan lima manuskrip Quran dan satu naskah Jawa Ki Sarahmadu Brajamakutha yang ditulis selama kurun waktu satu tahun (17 Mei 1832 - 18 Juni 1833).

Manuskrip Ki Sarahmadu Brajamakutha berisi Serat Tajusalatin, hikayat Nawawi dan piwulang (ajaran) Pakualam I dan II serta beragam kutipan Al-Qur'an dengan aksara Jawa.

Ketua Umum Jagongan Naskah, Muhammad Bagus Febriyanto menjelaskan, dari kelima manuskrip Quran tersebut dua di antaranya berasal dari koleksi perpustakaan Widyapustaka Pakualaman.

Tak Hanya untuk Tamu, Takjil Gratis Hotel Unisi Yogyakarta Juga Buat Warga yang Melintas

Sedangkan tiga lainnya berasal dari Masjid Agung Pakualaman yang terdiri dari satu Al-Qur'an dengan terjemahan langsung pada bagian bawah dengan menggunakan aksara Pegon (abjad Arab yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa Jawa), kemudian Al-Qur'an yang dilengkapi dengan ornamen iluminasi, dan satu lagi Al-Qur'an dengan jilid juz per juz.

"Yang menarik adalah naskah Qur'an dengan terjemahan itu, karena itu hanya ada beberapa di nusantara. Dan salah satunya ada di sini," terangnya.

Bagus menerangkan, salah satu yang tertua dari koleksi naskah tersebut adalah manuskrip Quran yang disertai dengan terjemahan bahasa Jawa dengan menggunakan aksara Pegon.

Ia mengatakan, pada kolofon (terbitan) tertera berusia 150 tahun pada 1964 lalu. Dengan demikian manuskrip tersebut diperkirakan ditulis pada kisaran 1814 dan kini telah berumur 205 tahun.

"Berarti itu dimasa Pakualaman baru berusia dua tahun, dan dimungkinkan ditulis pada masa Pakualam I," terangnya. (Tribunjogja I Yosef Leon Pinsker)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved