Fakta Taman Hutan Bukit Soeharto Alternatif Ibu Kota Baru, Pohon Rebah Saja Tak Boleh Diganggu

Taman Hutan Bukit Soeharto Alternatif Ibu Kota Baru. Bukit Soeharto di Kalimantan Timur memang ditawarkan menjadi kawasan ibu kota baru Indonesia

Fakta Taman Hutan Bukit Soeharto Alternatif Ibu Kota Baru, Pohon Rebah Saja Tak Boleh Diganggu
Tribunkaltim.co / Fachmi Rahman
TAHURA BUKIT SOEHARTO - Jalan Tol Balikpapan Samarinda membelah Tahura Bukit Soeharto di titik KM 35 Jalan Tol Balikpapan Samarinda, Selasa (7/5). Sisi Timur (kiri) dan Sisi Barat (kanan) Jalan Tol Balikpapan Samarinda merupakan lokasi yang ditawarkan Pemprov Kaltim untuk menjadi lokasi Ibukota Negara yang baru 

Taman Hutan Bukit Soeharto Alternatif Ibu Kota Baru, Pohon Rebah Saja Tak Boleh Diganggu

Bukit Soeharto yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur ditinjau Presiden Jokowi jadi satu diantara tempat yang dijadikan calon Ibu Kota baru. Beberapa waktu lalu
Presiden Jokowi sudah menyaksikan kesiapan Bukit Soeharto yang letaknya di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bukit Soeharto di Kalimantan Timur memang ditawarkan menjadi kawasan ibu kota baru Indonesia. Bagaimana sesunguhnya kondisi karateristik kawasan Bukit Soeharto yang menjadi salah satu alternatif wilayah ibu kota baru Indonesia?

Salju Pertama di Dieng Terjadi Hari Ini, Begini Penjelasan BMKG

Melansir Laporan Tribun Kaltim, kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto terletak di dua wilayah Kabupaten di Kalimantan Timur, yakni Kutai Kartanegara dan Penajam
Paser Utara (PPU).

Kawasan in punya luasan kurang kurang lebih 61.850 hektare. Untuk dapat mengakses kawasan Bukit Soeharto bisa ditempuh dengan 2 cara.

Pertama adalah melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Dari Balikpapan ke kawasan Bukit Soeharto bisa ditempuh dalam waktu kira-kira 1 jam.

Cara kedua adalah melalui Bandara APT Pranoto di Samarinda. Selanjutnya bisa disambung dengan perjalanan darat yang memakan waktu kira-kira 1,5 jam.

Kawasan itu juga ditetapkan menjadi hutan konservasi, Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto sejatinya menjadi kawasan pendidikan dan penelitian ekosistem yang tak
bisa sembarangan dijamah manusia.

Di kawasan hutan seluas 61.870 hektare ini hidup beberapa satwa dilindungi, seperti burung Enggang dan Beruang Madu.

"Bahkan, pohon rebah saja nggak boleh diganggu, biar bisa dilihat bagaimana perkembangan mahluk apa saja yang berkembang setelah itu," tutur Kepala Seksi Pengendali
Kerusakan dan Pengamanan Hutan, Dinas Kehutanan Kaltim, Sahar al Haaq, Selasa (14/5/2019) di ruanganya.

Namun, faktanya areal tahura sudah banyak beralih fungsi. Mulai permukiman, lapak berdagang, perkebunan sampai tambang batu bara legal maupun ilegal Untuk penambangan
batu bara ilegal, Sahar enggan banyak berkomentar, dan meminta bertanya ke pengelola kawasan, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Tahura Bukit Soeharto.

Jalan raya membelah hutan Bukit Soeharto kilometer 50 di Jl Poros Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur.
Jalan raya membelah hutan Bukit Soeharto kilometer 50 di Jl Poros Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur. (IST/Tribunnews)
Halaman
123
Editor: iwe
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved