Yogyakarta

Dinas Sosial : Mayoritas Pengemis yang Ada di DIY Berasal dari Luar Daerah

Dinas Sosial (Dinsos) DIY mengklaim telah berusaha dengan optimal dalam menanggulangi fenomena gelandangan dan pengemis yang marak di bulan ramadan.

Dinas Sosial : Mayoritas Pengemis yang Ada di DIY Berasal dari Luar Daerah
TRIBUNJOGJA.COM |
Papan larangan untuk memberikan uang atau barang kepada pengemis dan gelandangan terpasang di beberapa titik strategis di Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Sosial (Dinsos) DIY mengklaim telah berusaha dengan optimal dalam menanggulangi fenomena gelandangan dan pengemis.

Fenomena maraknya pengemis mulai terlihat bermunculan dan mulai menjamur memasuki bulan puasa dan jelang Lebaran di tahun ini.

Berbagai upaya telah dilakukan demi menekan dan memberantas aksi pengemis.

Dinsos bahkan menyebut, maraknya pengemis telah menjadi fenomena musiman yang terjadi di wilayah DIY.

Pemerintah Daerah (DIY) pun telah menerbitkan peraturan daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2014 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis.

Cerita Burung Kolibri Tiap Tahun Selalu Pulang ke Rumah Orang yang Menyelamatkannya

Regulasi itu diharapkan mampu menghilangkan penyakit masyarakat tersebut.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos DIY, Pramujaya Hadi mengatakan, pihaknya secara langsung tidak dapat menindak aksi-aksi pengemis yang kerap ditemui di berbagai tempat keramaian.

Penanganannya memang mesti lintas instansi dan dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) berwenang untuk melakukan penertiban dan merekomendasikan kepada Dinsos untuk penanganan lebih lanjut.

"Mayoritas yang ditindak biasanya memang dari luar DIY," kata Pramujaya saat ditemui di kantornya, Jumat (17/5/2019).

Ia juga tidak menampik, bahwasanya tindakan pengendara jalan yang masih berkebiasaan untuk memberi para pengemis saat melancarkan aksinya adaLah salah satu akibat dari maraknya pengemis.

Tangis Haru Anggri Saat Dijenguk Duo Legiun Asing PSS Sleman, Alfonso Doakan Cepat Sembuh

Padahal tindakan memberi pengemis di jalan raya tegas-tegas dilarang dan didenda dalam Perda Nomor 1 tahun 2014.

Sosialisasi dan imbauan untuk tidak memberikan uang kepada pengemis pun cukup banyak ditemui di jalan raya. Namun, Pramujaya mengatakan masih cukup sulit dalam menerapkan aturan tersebut.

"Kalau masyarakat Yogya sendiri memang sudah banyak yang tahu, tapi kalau dari luar daerah kan masih jarang. Dan kalau aturan itu diterapkan, pengendara yang kedapatan memberi uang di denda Rp1 juta kan repot juga," kata dia. (Tribunjogja I Yosef Leon Pinsker)

Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved