Pemilu 2019

BEM DIY : Jangan Sampai Mahasiswa Terjerumus Pada Gerakan yang Memecah Belah Persatuan

BEM DIY : Jangan Sampai Mahasiswa Terjerumus Pada Gerakan yang Memecah Belah Persatuan

BEM DIY : Jangan Sampai Mahasiswa Terjerumus Pada Gerakan yang Memecah Belah Persatuan
Tribun Jogja/ Christi Mahatma Wardhani
Diskusi publik yang digelar oleh BEM DIY dengan menghadirkan pembicara Dirintelkam Polda DIY Kombes Pol Nanang Djuni Mawanto (kiri no 2),Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan , dan Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono (kanan) di auditorium LPP, Sabtu (18/5/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) DIY menggelar diskusi publik bertajuk Membina Persatuan Indonesia Pasca Pemilu.

Diskusi yang dihadiri oleh perwakilan BEM se DIY itu menghadirkan tiga pembicara, yaitu Dirintelkam Polda DIY, Kombes Pol Nanang Djuni Mawanto mewakili Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri, Ketua KPU DIY,Hamdan Kurniawan, dan Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono.

Koordinator Umum BEM DIY, Amrin Esarey mengatakan diskusi tersebut diadakan untuk menjalin silaturahmi dan persatuan mahasiswa di DIY, terutama dalam menjaga kedamaian DIY pasca Pemilu, 17 April lalu.

Menurutnya DIY merupakan miniatur Indonesia, sehingga melalui Yogyakarta diharapkan menebar kedamaian hingga Indonesia.

"Diskusi ini memang perlu digelar, untuk menjaga persatuan anak bangsa, dan silaturahmi. Tentu ini melalui diskusi ini, kami mahasiswa menolak adanya gerakan-gerakan yang mencederai demokrasi nasional. Jangan sampai mahasiswa terjerumus pada gerakan yang justru memecah belah persatuan Indonesia," katanya di Auditorium Politeknik LPP, Sabtu (18/5/2019).

Sikapi Situasi Pasca-Pemilu dengan Mengedepankan Rasional

Sementara itu, Dirintelkam Polda DIY, Kombes Pol Nanang Djuni Mawanto mengatakan bahwa gelaran pesta demokrasi di DIY berjalan dengan sangat baik, meskipun masuk dalam tiga besar provinsi dengan indeks kerawanan Pemilu tertinggi.

"Menurut indeks kerawanan pemilu yang dilakukan oleh KPU maupun Bawaslu dan Kepolisian, DIY ini masuk tiga besar. Tetapi Pemilu di DIY berjalan sangat lancar, meskipun ada gangguan sedikit, tetapi dapat diatasi dengan baik,", katanya.

Ia menjelaskan hingga saat ini pihaknya selalu mewaspadai media sosial. Bukan tanpa alasan, media sosial merupakan saran yang paling untuk menyebarkan hoak. Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Apalagi menerima kabar yang tidak baik, masyarakat sebaiknya tidak langsung mempercayai hal tersebut.

Tak Ajukan Gugatan ke MK, Artinya Prabowo Akui Penetapan KPU

"Media sosial masih kita cermati sampai sekarang, karena hoak itu paling mudah menyebar lewat media sosial. Kita harus hati-hati, jangan langsung percaya,apalagi berita-berita yang buruk, bermuatan ujaran kebencian. Di DIY ini relatif aman dan hingga kini dapat terkondisikan, karena kami juga gencar memberikan pemahaman kepada masyarakat," sambungnya.

Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan mengungkapkan bahwa selama ini isu yang dibangun justru di luar poin penting dari Pemilu. Padahal proses Pemilu masih panjang, dan seharusnya menunggu penetapan dari KPU RI.

Meskipun banyak isu negatif yang menyerang KPU, ternyata masyarakat masih memiliki kepercayaan yang tinggi pada penyelenggara Pemilu. Hal itu dibuktikan dengan survei dua lembaga yang menyatakan kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu sekitar 80 persen.

"Selama ini yang dipersilakan malah KPU curang, hoak, padahal itu bukan yang utama. Kita tunggu sampai pada penetapan. Ada dua lembaga yang melakukan survei kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu. Dan ternyata masih percaya pada kami," ungkapnya. (Tribunjogja I Christi Mahatma Wardhani)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved