Pegawai Dinsos Ini Sebut People Power akan Korbankan 200 Nyawa, Ini Ancaman Hukuman yang Menanti

Selain itu, di status yang diunggah Rabu (15/5/2019) di akun Muh Aufar Afdillah Alham, ia menulis dipekirakan akan ada 200 korban jiwa

Editor: Rina Eviana
Kompas.com/HIMAWAN
Muhammad Aufar (29) yang ditangkap polisi dalam kasus ujaran kebencian melalui ITE di Mapolda Sulsel, Jumat (17/5/2019). 

Pegawai Dinsos Ini Sebut People Power akan Korbankan 200 Nyawa, Ini Ancaman Hukuman yang Menanti

TRIBUNJOGJA.COM - Pegawai honorer Dinas Sosial Sulawesi Selatan Muhammad Aufar (29) mengunggah status di akun Facebook pribadinya dan mengajak orang-orang untuk ikut gerakan people power 22 Mei 2019 mendatang.

Selain itu, di status yang diunggah Rabu (15/5/2019) di akun Muh Aufar Afdillah Alham, ia menulis dipekirakan akan ada 200 korban jiwa saat gerakan people power dilakukan.

 
Muhammad Aufar (29) pun terancam mendapatkan hukuman penjara maksimal selama enam tahun.

Dilansir dari Kompas.com, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Soendani mengatakan, Aufar dikenakan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI. No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Yaitu setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) diancam dengan hukuman paling lama enam tahun," kata Dicky saat menggelar konferensi pers, Jumat (17/5/2019) siang.

 Dicky menambahkan, selain hukuman enam tahun penjara. Aufar juga dikenakan denda sebesar Rp1 miliar.

Menurut penyidik Tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel, postingan Aufar yang diketahui pada 15 Mei itu bersifat menghasut serta menimbulkan ancaman untuk stabilitas keamanan nasional.

"Kami sudah print postingan-nya semenjak membuat ujaran kebencian ini, dan ini sangat berbahaya sekali untuk stabilitas keamanan nasional," imbuh Dicky.

Dicky mengatakan, dalam unggahannya di akun Facebook yang bernama Muh Aufar Afdillah Alham, Aufar mengajak untuk tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu kesiapan KPU karena hal itu dari awal memang sia-sia.

Untuk itu, ia jauh lebih siap ikut gerakan people power pada 20 hingga 22 Mei mendatang. "Diperkirakan memakan 200 korban jiwa nanti," demikian tulisan di akun Facebook Muh Aufar yang telah di-capture oleh anggota polisi.

Sebelumnya, Polda Sulawesi Selatan mengamankan Muhammad Aufar (29), pegawai honorer Dinas Sosial Sulawesi Selatan, dalam kasus dugaan ujaran kebencian.

Aufar mengunggah status di akun Facebook pribadi yang isinya mengajak orang-orang untuk ikut gerakan people power 22 Mei 2019.

Selain itu, di status yang diunggah Rabu (15/5/2019) di akun Muhammad Aufar Afdillah Alham, ia menulis diperkirakan ada 200 korban jiwa saat gerakan  dilakukan.

Aufar diamankan di Jalan Adhyaksa, Kecamatan Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (16/5/2019).(*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved