Travel

Mengintip Masjid Besar Pakualaman yang Bersejarah

Masjid yang berlokasi di Kauman, Pakualaman, Yogyakarta ini didirikan pada tahun 1831 M oleh Sri Paduka Paku Alam II.

Mengintip Masjid Besar Pakualaman yang Bersejarah
TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan
Masjid Besar Pakualaman atau Masjid Puro Pakualaman 

Muhammad Djati Hudaya, Wakil Ketua Takmir masjid ini menjelaskan, kala itu, BRM Surjadi atau Sri Paku Alam I (putra Sri Sultan Hamengku Buwono I memberi instruksi kepada KRT Natadiningrat atau Sri Paku Alam II agar membangun sebuah masjid.

"Penjelasan kapan masjid ini didirikan masih bisa dilihat pada prasasti dalam dua bahasa yakni Arab dan Jawa yang diletakkan pada dinding serambi Masjid. Prasasti ini terdiri dari empat buah, dua prasasti dalam bahasa Jawa dan dua lagi dalam bahasa Arab," terang Djati pada Tribunjogja.com.

Masjid yang terdapat di kauman, Kecamatan Paku Alam, kota Yogyakarta menjadi satu dari beberapa masjid yang menyimpan sejarah perkembangan Islam di Yogyakarta, selain Masjid Gedhe Mataram di Kotagede, Masjid Patok Negara dan Masjid Gedhe Kauman.

Singgah di Masjid Besar Puro Pakualaman Yogyakarta, Masjid Bersejarah Sarat Nilai Historis

Sejarah Masjid Besar Pakualaman

Dikutip Tribunjogja.com dari berbagai sumber, bersamaan dengan berdirinya masjid ini, Belanda mengadakan perjanjian dengan Sri Paku Alam II.

Ini perjanjian politik, yang tentu saja memperketat wilayah kekuasaannya.

Tetapi Sri Paku Alam II berkuasa selama 28 tahun. dari Tahun 1830 sampai 1858.

Namun beliau tercatat pula sebagai seniman ulung.

Ahli gending, gamelan dan pencipta beberapa sendratari Jawa.

Lebih dari itu, beliau juga menulis buku Serat Baratayuda dan Serat Dewaruci yang menjabarkan kalimat-kalimat sahadat dan sifat-sifat Allah yang 20 itu.

Halaman
1234
Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved