Forum Gambiran 45: Rektor UIN dan UGM Ingatkan Guyub Rukun, Tolak People Power

Hal yang paling berharga di negeri ini adalah pesartuan. Guyub rukun dan berorientasi kepada negara adalah cara menjaga persatuan.

Forum Gambiran 45: Rektor UIN dan UGM Ingatkan Guyub Rukun, Tolak People Power
Tribun Jogja/Ribut raharjo
TRIBUN JOGJA/RIBUT RAHARJO DISKUSI - Forum Gambiran 45 menggelar diskusi tentang pemilu damai dengan menunggu pengumuman KPU, menghadirkan Rektor UGM, Rektor UIN Sunan Kalijaga dan Kabid Humas Polda DIY. 

TRIBUNJOGJA.COM  - Hal yang paling berharga di negeri ini adalah pesartuan. Guyub rukun dan berorientasi kepada negara adalah cara menjaga persatuan.

Jika gerakan people power yang inskontitusional diteruskan, maka justru akan menghancurkan republik.

Demikian salah satu kesimpulan dalam Forum Gambiran 45 Diskusi Mengawal Pemilu Damai Menunggu Pengumuman Resmi KPU, Jumat (17/5) di Gedung PWI DIY di Yogyakarta.

Diskusi yang dipandu Ketua PWI DIY itu menghadirkan nara sumber, Rektor UGM, Panut Mulyono, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi dan Kabid Humas Polda DIY, Yuliyanto.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi mengajak semua, utamanya elite untuk berorientasi kepada negara.

“Kontestan pemilu dan elite harus menahan nafsu, harus taat kepada aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dia pun mengusulkan agar KPU dalam mengumumkan hasil pemilihan tidak dilakukan sendiri, melainkan didampingi para tokoh agama.

“Tokoh-tokoh agama hadir dalam pengumuman hasil pemilu tersebut,” katanya.

Sementara Rektor UGM Panut Mulyono menolak gerakan people power yang inkonstitusional karena pemilu itu ada aturan main yang sudah menjadi kesepakatan bersama.

“Jangan mau diajak turun ke jalan, people power, tolak aksi inkonstitusional,” tegasnya.

Rektor mengatakan, kekuatan rakyat yang konstitusional adalah pada 17 April dibuktikan dengan berbondong-bondong ke TPS untuk memilih pemimpin.

“Semua sudah berjalan dengan aman, lancar dan demokratis. Untuk itu hargai suara rakyat,” katanya.

Sedang Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto mengatakan, TNI dan Polri solid untuk memberikan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat.

“Di Yogya ini banyak tokoh nasional yang bersama-sama membuat adem Indonesia dan Yogyakarta,” katanya. (rbt)

Penulis: ribut raharjo
Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved