Nasional

BPKH dan Kemenag Danai 10 Ribu Kuota Jemaah Tambahan

Sekretaris Badan BPKH, Emir Rio mengatakan, pendanaan tersebut dibiayai dari berbagai sumber yaitu diantaranya Kemenag, BPKH dan juga APBN.

BPKH dan Kemenag Danai 10 Ribu Kuota Jemaah Tambahan
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Kepala BPKH, Anggito Abimanyu (tengah) dan Sekretaris Badan BPKH, Emir Rio saat memaparkan perkembangan pengelolaan keuangan haji, Jumat (17/5) di Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) dan Kementerian Agama memastikan akan membiayai pendanaan untuk kuota tambahan 10 ribu jamaah haji tahun 2019.

Hal itu disepakati dalam rapat kerja antara Kementerian Agama dan BPKH serta DPR komisi VII pada Kamis (15/5/2019) malam yang memutuskan bahwa kuota jamaah tambahan tidak menggunakan dana APBN.

Diketahui, dalam tahapan perhitungan penambahan kuota 10 ribu jamaah haji dibutuhkan dana tambahan sekitar Rp353,7 miliar.

Setelah dilakukan revisi, dana yang dibutuhkan mengecil menjadi Rp319,9 miliar.

Ibadah Haji 2019 : Jemaah Haji Diminta Tak Selfie Berdekatan dengan Unta, Ini Penjelasannya

Sekretaris Badan BPKH, Emir Rio mengatakan, pendanaan tersebut dibiayai dari berbagai sumber yaitu diantaranya Kemenag, BPKH dan juga APBN.

Dari jumlah Rp319,9, Rp120 miliar akan ditanggung oleh BPKH dan Rp50 miliar oleh Kemenag.

"Sisanya yakni Rp149,9 miliar karena batal dari APBN akan disupport kembali oleh BPKH sebesar Rp100 miliar dari tambahan nilai manfaat dan operasional, kemudian Rp49,9 dari Kemenag," ujarnya kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat (17/5/2019).

Sehingga Emir menerangkan, kuota tambahan 10 ribu jamaah haji akan ditanggung oleh BPKH senilai Rp220 miliar dan Kemenag sejumlah Rp99,9 miliar dari total Rp319,9 miliar.

Kuota Haji Ditambah 10.000, Jemaah Lansia Dapat Prioritas

Sementara, Kepala BPKH, Anggito Abimanyu menyebut, saldo keuangan haji yang dikelola oleh pihaknya hingga April 2019 adalah sebesar Rp115 triliun, naik Rp10 triliun dibanding tahun sebelumnya.

"Kami pastikan saldo keuangan haji uang dikelola aman dan tidak berkurang. Prioritas kami menempatkan dan menginvestasikan keuangan haji pada instrumen keuangan perbankan syariah dan objek investasi surat berharga syariah," terangnya.

Anggito juga mengingatkan tentang perlunya memperkecil masa transisi para jamaah haji yang tiap tahun perlu diminimalkan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved