Perpecahan Politik akan Terus Berlanjut jika Prabowo Tak Mau ke MK

Menurut analis politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun, laporan ke MK tersebut seharusnya bisa membuka data kecurangan yang diklaim.

Perpecahan Politik akan Terus Berlanjut jika Prabowo Tak Mau ke MK
ANTARA/Hafidz Mubarak
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. 

TRIBUNJOGJA.COM - Perpecahan politik masih bisa terjadi jika pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak memperkarakan hasil Pemilu ke Mahkamah Konstitusi ( MK).

Menurut analis sosial dan politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, laporan ke MK tersebut seharusnya bisa membuka data kecurangan yang diklaim.

"Jika BPN Prabowo-Sandi tidak memperkarakan ke MK dan terus memproduksi dugaan kecurangan ke publik terus-menerus, maka bisa jadi keterbelahan politik akan terus terjadi hingga pemilu berikutnya tahun 2024," kata Ubedilah kepada Kompas.com, Kamis (16/5/2019).

Arya Sinulingga: Data Kecurangan versi BPN Prabowo Bohongi Rakyat

KPU Diputuskan Melanggar Prosedur Situng, BPN Minta Perbaikan dalam 3 Hari

Penolakan akan hasil pemilu, lanjutnya, akan berdampak pada militansi pendukung Prabowo-Sandiaga.

“Sehingga, polarisasi akan terus berlanjut karena para pendukungnya masih meyakini dan memperjuangkan pasangannya sepanjang pemerintahan Jokowi,” ujarnya.

Arya Sinulingga: Data Kecurangan versi BPN Prabowo Bohongi Rakyat

Ia menuturkan, situasi tersebut sangat tidak diharapkan lantaran sejatinya masyarakat harus kembali bersatu pascapemilu.

"Situasi seperti ini tidak baik bagi masyarakat ke depan dan juga pemerintahan Jokowi akan terhambat. Maka, sebaiknya BPN ungkap data kecurangan itu ke MK, kalau tidak mau, ya jangan berasumsi tanpa dasar," imbuhnya.

KPU: Rekapitulasi 26 Provinsi, TKN dan BPN Tak Ada Komplain

Sebelumnya, Prabowo menyatakan penolakan terhadap hasil penghitungan resmi yang dilakukan oleh KPU karena dinilai penuh kecurangan.

Sebaliknya, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mengklaim mereka memenangi Pilpres 2019 dengan perolehan suara 54,24 persen dan Jokowi-Maruf Amin 44,14 persen.

Perolehan suara yang diklaim hasil penghitungan internal paslon 02 itu bertolak belakang dengan hasil Situng KPU yang sudah menembus 82,68 persen data masuk.

Penghitungan KPU menunjukkan Jokowi-Maruf Amin unggul dengan 56,23 persen dan Prabowo-Sandi kalah dengan 43,77 persen.

AHY dan Bima Arya Nyatakan Beda Pendapat dengan Prabowo soal Hasil Pemilu 2019

Meski mengklaim ada kecurangan, Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra Raden Muhammad Syafi'i mengatakan, Prabowo-Sandi tidak akan mengajukan gugatan ke MK.

Ia mengaku pihaknya sudah tidak percaya lagi terhadap Mahkamah Konstitusi. (Christoforus Ristianto)

.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polarisasi Dikhawatirkan Berlanjut jika Prabowo Tak Mau ke MK"

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved