Bantul

Masyarakat Diimbau Tukarkan Uang di Tempat Resmi

Memasuki pertengahan bulan puasa, diprediksi masyarakat akan mulai menukarkan lembaran uang lama menjadi uang baru.

Masyarakat Diimbau Tukarkan Uang di Tempat Resmi
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Probo Sukesi 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Memasuki pertengahan bulan puasa, diprediksi masyarakat akan mulai menukarkan lembaran uang lama menjadi uang baru.

Masyarakat pun diminta untuk menukarkan uang di tempat-tempat resmi.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Probo Sukesi mengatakan, penukaran uang bisa dilakukan di seluruh perbankan.

"Kami berharap masyarakat menukarkannya di tempat-tempat resmi di perbankan yang jelas, yang ada kantornya, tidak di jalan-jalan," ujar Probo, Rabu (15/5/2019) di sela pantuan harga bersama TPID DIY di Pasar Bantul.

Tradisi Uang Baru dan Amplop Masih Bertahan

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kasus uang palsu yang dapat merugikan masyarakat. "Karena banyak kasus uang palsu, ini nanti yang rugi masyarakat sendiri," tuturnya.

Penukaran uang disediakan untuk semua jenis pecahan dari Rp1000 hingga pecahan tertinggi yakni Rp100.000. "Semua pecahan ada, dari seribu, sampai 100 ribu kita layani. Kita layani sesuai permintaan," jelasnya.

Disinggung soal batasan nominal penukaran, biasanya pada kisaran Rp3,7 juta.

"Tahun lalu ada batasan, biasanya Rp3,7 juta. Ada batasannya supaya merata," ungkapnya.

Serupa, Asisten II Sekda DIY, Tri Saktiyana berharap masyarakat menukarkan uang di bank-bank yang telah ditunjuk BI.

Tukar Uang Baru Lebih Mudah dan Dekat

"BI menyediakan uang yang bagus-bagus Rp7 triliun. Silakan menukarkan uang di BI atau di bank-bank yang ditunjuk oleh BI," katanya.

"Kami berharap masyarakat tidak menukarkan uang di sembarang tempat, karena tidak ada jaminan bahwa uangnya asli dan jumlahnya pas," jelasnya.

Ia tak ingin masyarakat tertipu jumlah nominal yang tak sesuai. "Jadi misal ada 100 lembar, ada satu yang belum disertakan di situ. Jadi tolong hati-hati untuk penukaran uang," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: amg
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved