Pendidikan

Jejak Medis, Aplikasi Rekam Medis Saat Bencana

Nantinya, aplikasi ini dapat digunakan secara online maupun offline yang memungkinkan tetap bisa digunakan saat koneksi internet tidak tersedia.

Jejak Medis, Aplikasi Rekam Medis Saat Bencana
istimewa
Mahasiswa kreatif UGM saat menjelaskan mengenai fitur dan kegunaan aplikasi Jejak Medis di Kantor Humas UGM pada Rabu (15/5/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wilayah Indonesia yang banyak terdapat gunung api, hal tersebut memungkinkan terjadinya bencana alam.

Saat terjadi bencana alam inilah, banyak relawan yang berdatangan untuk memberikan bantuan penanganan kesehatan bagi para korban.

Namun penangangan tanpa adanya rekam medis bisa menyebabkan mal praktek bahkan berujung kematian.

Petugas Medis Banyak Menemukan Petugas Rekapitulasi yang Kelelahan dan Pusing

Berawal dari kegelisahan itulah, lima mahasiswa kreatif dari UGM, yang terdiri dari Eka Hafsari (Manajemen-Sekolah Vokasi), Nadya Anggraini (Rekam Medis- Sekolah Vokasi), Aziz Qomarul Firdaus (Teknologi Rekayasa Internet- Sekolah Vokasi), Fairuz Khairunnisa (FK-KMK) dan Haris Hendrik (Fakultas Kehutanan), mencoba untuk membuat aplikasi rekam medis yang bisa membantu menyimpan riwayat medis kesehatan pasien dalam bentuk digital, terutama bagi korban bencana.

Aplikasi yang diberi nama Jejak Medis, dan baru saja dibuat pada bulan April 2019 lalu ini sudah berhasil memenangkan penghargaan Gold Medal dan Taiwan Special Award dalam World Young Inventors Exhibition di Malaysia pada 2-4 Mei lalu.

Nantinya, aplikasi ini dapat digunakan secara online maupun offline yang memungkinkan tetap bisa digunakan saat koneksi internet tidak tersedia.

Mahasiswa UGM Bikin Buku Rekam Medik Pribadi untuk Pasien Anak

Nadya Anggraini menjelaskan, aplikasi ini dapat digunakan untuk petugas kesehatan dan pasien.

Dimana untuk masuk ke aplikasi ini, petugas maupun pasien awalnya harus melakukan registrasi terlebih dahulu.

"Nantinya untuk menggunakan aplikasi ini harus melakukan registrasi dengan menyertakan NIK dan STR (Surat Tanda Registrasi) dokter, dimaksudkan satu orang hanya punya satu akun," ungkapnya.

Dia menjelaskan jika untuk akun petugas medis, ada fitur yang bisa mengetahui informasi umum seperti dimana letak bencana serta ada juga fitur untuk konsultasi dimana dalam fitur ini ada berbagai permintaan konsultasi dari pasien.

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved