Kota Magelang

22 Keluarga Miskin di Kota Magelang Pilih Mundur Terima Bantuan PKH

Sebanyak 22 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Magelang memilih untuk mengundurkan diri dari Program Keluarga Harapan (PKH).

22 Keluarga Miskin di Kota Magelang Pilih Mundur Terima Bantuan PKH
Dok Pemkot Magelang
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang, Hardi Siswantono (paling kiri) beserta petugas PKH saat berkunjung ke rumah Ipung Wiryanti (kaos kuning) warga Wates Beningan, Kelurahan Wates yang mengundurkan diri dari PKH Kemensos, Selasa (14/5/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebanyak 22 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Magelang memilih untuk mengundurkan diri dari Program Keluarga Harapan (PKH).

PKH merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) dari Kementerian Sosial.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang, Hardi Siswantono, menerangkan setiap tahun jumlah KPM yang mundur mengalami peningkatan dengan rincian tahun 2016 ada 2 KPM, 2017 ada 4 KPM, 2018 ada 5 orang dan 2019 ada 11 KPM.

"Sejak tahun 2016-2019 tercatat ada 22 KPM yang mundur karena mampu dan mandiri. Di Kota Magelang PKH diluncurkan tahun 2015," jelas Hardi, ditemui di kantornya, Selasa (14/5/2019).

Untuk tahun ini, tujuh KPM masuk kategori graduasi mandiri yang merupakan indikator keberhasilan KPM peserta PKH.

Setidaknya ada dua hal penting agar KPM bisa graduasi mandiri, yakni mempunyai kemampuan secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan mempunyai kesadaran perubahan sikap untuk mandiri tidak menerima lagi bantuan PKH.

Adapun tujuh KPM yang dimaksud antara lain Y. Yuni Wahyuni (43) warga Jambon Wot, Kelurahan Cacaban; Sri Wahyuni (37) warga Malanggaten, Kelurahan Rejowinangun Utara dan Siti Nurhidayati warga Jalan Sunan Ampel, Kelurahan Jurangombo Seatan.

Kemudian Ipung Wiryanti (42) warga Wates Beningan, Keluarahan Wates; Warsinem warga Jambesari, Kelurahan Wates; Putri Setya Ningsih warga Bogeman Wetan, Kelurahan Panjang dan Daryati warga Gang Puspo, Kelurahan Kemirirejo.

"Mereka ini menjadi contoh, motivasi, bagi KPM lain yang sudah mampu dan mandiri supaya bisa mundur. Memberi kesempatan keluarga miskin lain yang lebih membutuhkan," tuturnya.

Hardi berujar, Pemerintah Kota Magelang mendorong untuk mewujudkan graduasi mandiri KPM PKH, tidak hanya menunggu namun juga pro aktif.

Halaman
12
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved