Kota Yogya

Puluhan Siswa Kristen Kalam Kudus Ikut Reresik Malioboro

Puluhan siswa kelas VI SD Kristen Kalam Kudus ikut bersih-bersih Malioboro, Selasa (14/5/2019) pagi.

Puluhan Siswa Kristen Kalam Kudus Ikut Reresik Malioboro
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Puluhan siswa kelas VI SD Kristen Kalam Kudus ikut reresik Malioboro sebagai pembelajaran cinta lingkungan, Selasa (14/5/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan siswa kelas VI SD Kristen Kalam Kudus ikut bersih-bersih Malioboro, Selasa (14/5/2019) pagi.

Siswa berkumpul di depan Gereja Kalam Kudus, kemudian ikut menyapu trotoar hingga ke Benteng Vredeburg.

Kepala Sekolah SD Kristen Kalam Kudus, Liliy Halin mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan proses pembelajaran bagi siswa, untuk mendalami Misi Yayasan yaitu mencintai lingkungan alam ciptaan Tuhan.

Selama ini sekolah memiliki kegiatan bernama Relawan, dimana siswa diminta untuk ikut piket membersihkan kelas.

Dua Rekomendasi Brand Fashion Lokal Kekinian

Namun kali ini, sekolah mengajak siswa keluar sekolah untuk ikut membantu merasakan menjadi cleaning service.

Harapannya siswa bisa belajar empati, mandiri, dan mencintai lingkungan.

"Di sekolah ada juga kok piket kelas. Kami punya kegiatan namanya Relawan, kalau siswa yang bertugas jadi relawan nanti juga membantu menyiapkan minum untuk para guru. Nanti juga dibantu sama-sama adik yang TK, jadi yang SD juga belajar momong adiknya," katanya saat ditemui Tribunjogja.com usai kerja bakti di halaman Benteng Vredeburg, Selasa (14/5/2019).

"Selama ini kegiatan Relawan sifatnya masih di dalam sekolah, maka sekarang kami ingin mengajak siswa ke luar sekolah. Bisa jadi ini jadi pengalaman pertama mereka," sambungnya.

Bappenas: Yogya Perlu Tata Bangunan Malioboro dan Buat Jalur Khusus Sepeda

Selain mengamalkan misi sekolah, melalui kegiatan tersebut siswa juga diajak untuk merasa risih.

Ketika anak merasa risih maka kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan akan timbul.

Dengan begitu akan ada pembiasaan bagi siswa untuk menjaga lingkungan.

"Membangun kesadaran itu susah ya, maka kami ajak siswa untuk merasa risih dulu. Biar kalau sudah risih mereka juga timbul kesadaran. Risih melihat lingkungan, misal ada botol bekas, anak bisa langsung bergerak untuk membuang ke tempat sampah," tambahnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved