Superball
Kumandang Azan Buat Cristian Gonzales Terpikat
Rasa keingintahuan Gonzales untuk memperdalam Islam makin besar ketika mengetahui Islam adalah agama yang mengutamakan kebersihan.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Sering mendengar istilah kata mualaf ?
Ya, dalam pengertian Islam, istilah mualaf merujuk pada seseorang yang baru masuk agama Islam.
Seseorang yang masuk Islam karena merasa menjadi pilihan, tentu telah mengalami pergulatan batin yang luar biasa dan pertimbangan yang matang.
Tak terkecuali bagi penyerang naturalisasi PSIM Yogyakarta, Cristian Gonzales, yang telah memutuskan menjadi mualaf sekira 16 tahun lamanya.
• 4 Resep Takjil Buka Puasa Berbahan Dasar Pisang
Istri penyerang berjuluk El Loco, Eva Nurida Siregar, menceritakan awal ketertarikan suaminya mempelajari Islam yaitu ketika kepincut kumandang azan, suatu hal baru bagi Gonzales yang ketika itu baru hijrah ke Indonesia dan bergabung PSM Makassar 2003 silam.
"Ketika itu tinggal di mes PSM. Saya salat lalu zikir dan Gonzales selalu melihat saya beribadah. Kalau sekitar jam 4 pagi dia bilang di masjid ada nyanyi-nyanyi. Saya bilang itu bukan nyanyi, itu azan untuk mengajak orang salat," kata Eva Siregar pada Tribunjogja.com, Minggu (12/5/2019).
Rasa keingintahuan Gonzales untuk memperdalam Islam makin besar ketika mengetahui Islam adalah agama yang mengutamakan kebersihan.
"Dia senang apa-apa bersih. Sampai akhirnya dia mau masuk Islam dengan keinginannya sendiri, tanpa paksaan," ucap Eva.
• Cristian Gonzales Tak Mau Ambil Pusing Soal Rivalitas PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman
Sejak menjadi seorang mualaf, pemilik nama Mustafa Habibi Gonzales ini selalu menjalankan ibadah puasa saat bulan suci Ramadan tiba.
Dirinya pun selalu belajar untuk menjadi seorang muslim yang baik.
"Namanya mualaf, dia terus berusaha memperbaiki," ucap Eva.
Ya, bulan suci Ramadan menjadi momen yang begitu dinanti Cristian Gonzales dan keluarga untuk memperbaiki diri.
Tak heran, Gonzales pun begitu antusias menyambut hadirnya bulan suci ini.
"Biasanya pengen kumpul dengan anak-anak kalau puasa. Nyiapin sahur dan kita makan bersama-sama di rumah. Abang (Gonzales-red) menjadi 'alarm' keluarga dengan selalu membangunkan saya dan anak-anak untuk makan sahur bersama," terang Eva.
Tak hanya sahur dan berbuka bersama, ada semacam kegiatan rutin yang dilakukan keluarga besar mantan penyerang Persib Bandung dan PSM Makassar tersebut.
• Turunkan Cristian Gonzales di Laga Uji Tanding, PSIM Yogyakarta Dibekuk Persipura
Satu di antaranya bagi-bagi takjil ke masyarakat umum di jalan.
Eva menyebut, kegiatan itu rutin dilakukan keluarga besar Gonzales setiap tinggal di sebuah kota.
Hal itu dilakukan selain sebagai rasa berbagi juga mendekatkan diri dengan masyarakat.
Sayangnya, tradisi bagi-bagi takjil ke masyarakat umum tersebut sementara harus tertunda.
Pasalnya, El Loco yang bergabung dengan kontestan Liga 2 2019, PSIM Yogyakarta, masih harus menjalankan aktivitas di Bogor, sebagai lokasi pemusatan latihan dan juga di Yogyakarta sebagai kandang tim.
"Selama lima tahun tinggal di Malang, kami juga menggelar bagi-bagi takjil. Insya Allah jika semua lancar kegiatan itu akan kembali dilakukan. Kami buat seru-seruan dengan masyarakat di Yogya," pungkas Eva. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kumandang-azan-buat-cristian-gonzales-terpikat.jpg)