Yogyakarta

Kepala Dinas Kebudayaan DIY : Concert Hall Skala Internasional Harus Direncanakan Matang

Kepala Dinas Kebudayaan DIY : Concert Hall Skala Internasional Harus Direncanakan Matang

Kepala Dinas Kebudayaan DIY : Concert Hall Skala Internasional Harus Direncanakan Matang
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM - Pembangunan pusat pengembangan kebudayaan yang diwacanakan di lahan eks Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kerjasama (STIKers) harus dikonsep dengan matang. Hal ini agar panggung hiburan berkelas internasional ini benar-benar bisa berfungsi optimal.

"Memang harus dikonsep matang. Apakah itu nantinya menjadi Taman Budaya yang seperti apa dengan jumlah konser hall berapa, kemudian tempat terbukanya seperti apa dan bagaimana perparkirannya, " jelas Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, Selasa (14/5/2019).

Aris menjelaskan, untuk konsep concert hall dan pertunjukan terbuka di lahan seluas 5 hektar ini masih terus didiskusikan. Hal-hal teknis dan konsep masih didiskusikan agar menjadi rencana pembangunan yang matang.

"Pada intinya, semangatnya adalah pemerintah punya tempat pertunjukan atau konser kelas internasional, " ujarnya.

Resmi, Status BPR Bank Bantul Berubah jadi Perseoran Terbatas

Minuman Bersoda Kadaluarsa Masih Dijajakan di Pasar Sentolo, Langsung Dimusnahkan di Depan Pedagang

Adapun untuk target pembangunan, Aris mengaku belum mengetahui secara pasti. Hal ini karena masterplan dan juga detail teknis pembangunan ada di tangan Dinas Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral (DPUESDM).

"Disbud sifatnya mengikuti saja semua teknis pembangunan teman-teman DPUESDM yang tahu, " jelasnya.

Selain menunggu masterplan, pemaparan pada Gubernur DIY pun menjadi salah satu tahapan yang harus dilalui. Untuk tahun ini dan tahun depan, ujarnya belum diketahui apakah tahapannya berupa penyusunan DED atau sayembara arsitekturnya.

Untuk dana pembangunan, kata Aris juga belum diputuskan apakah menggunakan dana keistimewaan atau kerjasama dengan pihak swasta. Hal ini masih menunggu proses tahapan diskusi dan pematangan konsep.

"Kami ikuti proses dulu dan ini adalah ha bagus karena belum ada tempat untuk mengakomodir konser internasional. Ini bagian penting membuat tempat pertunjukan skala internasional," katanya. (Tribunjogja I Agung Ismiyanto)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved