Yogyakarta

Hadapi Generasi Z, Pemimpin Perlu Kuasai Komunikasi Efektif

Untuk menghadapi para generasi Z yang dikenal memiliki karakteristik tersendiri, seorang pemimpin haruslah bisa berkomunikasi secara efektif.

Hadapi Generasi Z, Pemimpin Perlu Kuasai Komunikasi Efektif
Istimewa
Gubernur AAU, Tatang Hariyansah saat menyematkan jas kepada pakar komunikasi, Aqua Dwipayana di Gedung Sabang Merauke, AAU, Selasa (14/5/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Untuk menghadapi para generasi Z yang dikenal memiliki karakteristik tersendiri, seorang pemimpin haruslah bisa berkomunikasi secara efektif.

Menurut Aqua Dwipayana, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, dalam Kuliah Umum Komunikasi Era Kepemimpinan Milenial yang diselenggarakan di Gedung Sabang Merauke, Akademi Angkatan Udara (AAU), Selasa (14/5/2019) mengungkapkan jika generasi Z ini memiliki perilaku-perilaku yang cukup berbeda dengan generasi sebelumnya.

Menurutnya kunci untuk bisa menjadi pemimpin di generasi Z ini komunikasi efektif tetaplah menjadi hal yang utama.

AAU dan UII Teken Kerjasama Bidang Pendidikan dan Penelitian

"Di dalam hidup ini tidak ada yang secara tiba-tiba. Seorang pemimpin itu dibentuk, bukan dilahirkan. Jadi untuk menjadi pemimpin ideal di era milineal juga harus dibentuk. Namun kunci dari itu adalah komunikasi," terangnya.

Aqua menjelaskan, generasi Z sendiri memiliki beberapa karakteristik, antara lain memiliki kecanduan internet, mudah berpindah ke lain hati, kerja cepat dan kerja cerdas, liburan kapan saja dan dimana saja, bisa apa saja, dompet tipis, cuek dengan politik, suka berbagi dan tidak harus memiliki.

"Untuk generasi Z, yang menjadi masalah sekarang adalah gadget. Ini bisa mendekatkan yang jauh dan menjatuhkan yang dekat. Namun sebenarnya, secanggih apapun gadget, tetap tidak bisa menggantikan pertemuan secara fisik, gedget itu mempermudah bukan menggantikan," ungkapnya.

Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna Minta Gubernur Baru AAU Lahirkan Perwira Berkualitas

Untuk menjadi pemimpin milineal, ada beberapa hal yang harus dikuasi.

Pertama yakni Digital, yang mana pemimpin di era milineal harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menghadirkan proses kerja uang efisien dan efektif di lingkungan kerjanya.

Kedua, dia mampu menjadi observer Dan active listener, yang mana pemimpin di era milenial ini harus bisa menjadi observer dan pendengar aktif yang baik bagi anggota timnya, apalagi ketika mayoritas timnya adalah kaum milineal.

"Ketiga, dia harus tangkas (Agile),dimana dia mampu untuk melihat segala peluang, cepat beradaptasi, serta lincah dalam memfasilitasi perubahan. Kuncinya adalah membaca buku, observasi peristiwa dan silaturahmi," ungkapnya.

Gubernur DIY Lepas 119 Capaja AAU

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved