Pemilu 2019

Bawaslu Sleman Langsung Proses Laporan PPP Soal Hilangnya Suara

Bawaslu Sleman Langsung Proses Laporan PPP Soal Hilangnya Suara di Kecamatan Depok.

Bawaslu Sleman Langsung Proses Laporan PPP Soal Hilangnya Suara
Alexander Ermando
Koordinator Bawaslu Sleman Divisi Penindakan Pelanggaran Ibnu Darpito 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - DPC PPP Kabupaten Sleman melaporkan dugaan pelanggaran proses rekapitulasi suara di Kecamatan Depok ke Bawaslu.

Akibat kejadian tersebut, Sekjen DPC PPP Sleman Khoirun Sutrisno mengatakan pihaknya sempat kehilangan 1508 suara, meski akhirnya dikembalikan saat penghitungan ulang.

"Kami meminta Bawaslu Sleman menindaklanjuti kejadian ini, apakah ada kesalahan di proses Pemilu atau dari petugasnya," kata Khoirun.

Koordinator Bawaslu Sleman Divisi Penindakan Pelanggaran Ibnu Darpito mengatakan pihaknya segera memproses laporan PPP tersebut. Nantinya Bawaslu Sleman akan menggelar rapat bersama Sentra Gakkumdu.

"Laporan ini akan langsung kami proses dalam waktu 1x24 jam," kata Ibnu.

PPP Resmi Lapor ke Bawaslu Sleman Terkait Suara yang Hilang

Bawaslu Sleman Kumpulkan Bukti dalam Kasus Hilangnya Suara PPP

Terkait adanya dugaan keterlibatan anggota PPK Depok, Ibnu menyatakan masih mendalaminya terlebih dahulu.

Meskipun demikian, menurutnya ada dua pasal PKPU yang dilanggar, yaitu Pasal 505 dan 551. Pelanggaran tersebut berlaku untuk semua peserta, termasuk KPU dan petugas PPK.

Pada Pasal 551, disebutkan bahwa anggota KPU Provinsi/Kota atau petugas yang sengaja menyebabkan suara hilang bisa dipidana paling lama 2 tahun penjara dan denda Rp 24 juta.

"Atau bisa saja seperti Pasal 505, yaitu karena kelalaian. Ancamannya hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 12 juta," ujar Ibnu. (Tribunjogja I Alexander Ermando)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved