Bantul

Tidak Semua Lulusan SMK di Bantul Terserap Dunia Kerja

Khusus lulusan SMK di Kabupean Bantul menyumbang persentase pengangguran sebanyak 0.3 - 0.5 persen.

Tidak Semua Lulusan SMK di Bantul Terserap Dunia Kerja
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul, Sulistyanto 

Ia memberikan contoh, apabila jumlah SMK di Kabupaten ada 36 sekolah, maka tiap tahun ada sekitar 3.600 anak yang lulus dan siap bekerja.

Jumlah ini diasumsikan apabila masing-masing sekolah terdapat 100 peserta didik.

Dari 3.600 anak yang lulus, hanya ada 2.800-an anak yang terserap dunia kerja, berwirausaha dan melanjutkan pendidikan.

"Sisanya sekitar 800-an anak menganggur," urai dia.

Angka tersebut menurutnya sangat dinamis.

Setiap tahun berubah-ubah, tergantung peluang kerja pada tahun kelulusan.

Misalkan saja, ketika siswa SMK lulus pertumbuhan ekonomi sedang baik, tingkat investasi meningkat dan banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja.

"Maka serapan tenaga kerja tinggi. Karena peluangnya banyak," tuturnya.

Gama Multi Bantu Atasi Pengangguran Lulusan SMK di Yogyakarta

Disnakertrans Bantul diakui Sulistyanto telah menjalankan sejumlah strategi supaya lulusan SMK di Bantul bisa secepatnya terserap lapangan kerja.

Satu di antaranya dengan program Road Show ke sekolah-sekolah.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved