Bantul

Tidak Semua Lulusan SMK di Bantul Terserap Dunia Kerja

Khusus lulusan SMK di Kabupean Bantul menyumbang persentase pengangguran sebanyak 0.3 - 0.5 persen.

Tidak Semua Lulusan SMK di Bantul Terserap Dunia Kerja
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul, Sulistyanto 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Peserta didik lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) umumnya telah disiapkan terampil dalam bidang keahlian tertentu.

Harapannya agar ketika lulus, para siswa bisa langsung memasuki dunia kerja.

Namun, nyatanya tidak semua jebolan SMK dengan mudah bisa langsung terserap lapangan pekerjaan.

Di Kabupaten Bantul misalnya, menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul, Sulistyanto, setiap tahun, hanya ada sebagian lulusan SMK yang masuk dunia kerja dan berwirausaha.

Mencicipi Bakpia Premium dan Nasi Pedas Ala Kenes Resto & Bakery

Lainnya memilih meneruskan jenjang pendidikan diploma ataupun sarjana.

"Tetapi tidak menutup mata ada juga (lulusan SMK) yang tidak melanjutkan kuliah dan tidak masuk dunia kerja. Ini yang akan menambah pengangguran. Setiap tahun, ini pasti terjadi," kata Sulistyanto, ditemui Tribunjogja.com di kantornya, belum lama ini.

Saat ini jumlah persentase pengangguran di Kabupaten Bantul, kata Sulistyanto berada diangka 2,7 persen.

Jumlah tersebut menurutnya akan bertambah seiring dengan musim kelulusan sekolah.

Khusus lulusan SMK, kata Sulistyanto menyumbang persentase pengangguran sebanyak 0.3 - 0.5 persen.

"Ketika lulusan SMK muncul, maka akan menambah angka pengangguran di Bantul, perkiraan menjadi 3.0 sampai 3.2 persen," terangnya.

Tekan Angka Pengangguran, Manfaatkan Akses Informasi

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved