Yogyakarta

Kemenpar Kaji Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kota Yogyakarta

Kota Yogya punya potensi dan nilai kepariwisataan yang cukup besar namun belum digali secara maksimal.

Kemenpar Kaji Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kota Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Focus Group Discussion yang dilaksanakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Kamis (9/5/2019) di Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI melakukan kajian untuk mengembangkan wisata kuliner dan belanja di kota Yogyakarta.

Program ini merupakan bagian terpadu dari konsep pengembangan wisata kawasan Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) yang digadang-gadang punya potensi besar dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.

Tim percepatan pengembangan wisata kuliner dan belanja, Virginia Kadarsa mengatakan, kota Yogya punya potensi dan nilai kepariwisataan yang cukup besar namun belum digali secara maksimal.

Mencicipi Bakpia Premium dan Nasi Pedas Ala Kenes Resto & Bakery

Untuk itu, pihaknya akan fokus pada penyusunan desain strategis remaja aksi untuk pengembangan wisata kuliner dan belanja.

Ia melanjutkan, lebih dari 80 persen pelaku ekonomi yang bergerak di bidang usaha kuliner dan belanja juga berasal dari segmen usaha menengah ke bawah, sehingga akan efektif dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.

"Konsepnya akan kita coba secara berkesinambungan. Bagaimana menciptakan destinasi wisata kuliner dan belanja yang benar-benar baru yakni dari hulu ke hilir," imbuhnya, Kamis (9/5/2019) di Yogyakarta.

Penjualan Bunga Tabur Meningkat di Pasar Beringharjo

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang mengatakan, pihaknya dengan segala keterbatasan dan upaya akan memaksimalkan potensi pariwisata yang ada di wilayah setempat.

Penataan dan perbaikan pada jantung ikonik pariwisata Yogyakarta seperti Malioboro dan Pasar Beringharjo juga diupayakan secara bertahap.

"Misalnya dalam mendukung itu kita juga telah membuat wisata belanja malam hari di Beringharjo. Itu juga jadi bagian dari keinginan masyarakat dan wisatawan yang ingin menikmati suasana belanja pegawai tradisional di malam hari, dan terbukti apresiasinya cukup bagus," urai Tion. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved