Bawaslu Sleman Kumpulkan Bukti dalam Kasus Hilangnya Suara PPP

Bawaslu Kabupaten Sleman menindaklanjuti temuan kasus bergeser ribuan suara PPP ke Nasdem

Bawaslu Sleman Kumpulkan Bukti dalam Kasus Hilangnya Suara PPP
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bawaslu Kabupaten Sleman menindaklanjuti temuan kasus bergeser ribuan suara PPP ke Nasdem dengan mengumpulkan bukti-bukti.

Alat bukti tersebut akan menjadi bahan rapat pleno Bawaslu untuk menentukan apakah berpindahnya suara PPP termasuk pidana Pemilu atau tidak.

Koordinator Divisi Data Hukum dan Informasi Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar, saat dimintai keterangan, Sabtu (11/5/2019) pihaknya masih akan terus melakukan investigasi dengan mengumpulkan data dan informasi awal untuk dikaji.

Arjuna menambahkan, pihaknya akan membahas masalah itu dalam rapat pleno Bawaslu Sleman yang rencananya digelar Senin (13/5/2019).

Sementara saat ini pihaknya tengah memantau rekapitulasi kabupaten Sleman di tingkat provinsi.

"Rapat pleno pekan depan, kemungkinan Senin, untuk menentukan bentuk pelanggarannya," ujarnya.

Adapun kasus itu terungkap dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi tingkat kabupaten oleh KPU Sleman di mana ada pergeseran suara DPRD Kabupaten di Kecamatan Depok.

Pihak PPP menyampaikan keberatannya karena ada perbedaan data di mana saat penghitungan tingkat desa mereka total mendapatkan 2.929 suara.

Sementara dalam penghitungan tingkat kecamatan PPP kehilangan 1.508 suara.

Dalam rekapitulasi tingkat kabupaten juga terungkap Nasdem bertambah sekitar 1.200 suara.

Atas hal tersebut, pihak PPP berencana akan melapor ke Bawaslu Sleman.

Menanggapi hal tersebut, Arjuna mempersilakan pihak yang dirugikan untuk melapor.

"Laporan resmi dari PPP belum diterima. Kemarin jumat belum jadi lapor. Kemungkinan Senin, kami tunggu untuk melapor," tutupnya. (*)

Penulis: nto
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved