Survei HP Ungkap Hal yang Jadi Perhatian Terbesar Orangtua Milenial di Indonesia

Sebanyak 66% orang tua menilai bahwa disiplin merupakan karakter terpenting yang harus dimiliki anak-anak mereka

Survei HP Ungkap Hal yang Jadi Perhatian Terbesar Orangtua Milenial di Indonesia
DOK
Ilustrasi 

Temuan utama survei:

  • Sebanyak 66% orang tua menilai bahwa disiplin merupakan karakter terpenting yang harus dimiliki anak-anak mereka untuk menjadi orang dewasa yang sukses
  • Dalam membesarkan anak-anak, orang tua berusaha membuat mereka bahagia (87%) dan menjadi yang terbaik dalam profesi yang mereka geluti (77%)
  • Lebih dari 90% orang tua suka membantu anak-anak belajar. Hal ini memberi kesempatan terjalinnya ikatan emosional yang lebih erat di antara mereka dan memungkinkan orang tua membantu mengembangkan keterampilan sosial dan interpersonal anak-anak
  • Sebanyak 27% dari orang tua milenial di Indonesia dinilai penuh perhatian dan menyenangkan
  • Orang tua percaya bahwa materi-materi pendidikan cetak memiliki dampak positif pada pembelajaran anak-anak. Meski demikian, perpaduan antara bahan pembelajaran cetak dan digital diyakini mampu meningkatkan kemampuan analitis (berhitung) dan linguistik anak-anak
  • Sebanyak 71% orang tua di Indonesia khawatir apakah anak-anak mereka dapat memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depannya dan 50% orang tua khawatir akan biaya hidup yang terus meningkat

TRIBUNJOGJA.com - HP hari ini merilis HP New Asian Learning Experience Study, sebuah survei yang mengeksplorasi bagaimana kepribadian orang tua milenial di Asia memengaruhi cara mereka mendefinisikan pembelajaran. Studi ini mengungkapkan bahwa mempersiapkan masa depan anak-anak mereka adalah hal yang paling diperhatikan orang tua di Indonesia terutama terkait dengan memperoleh keterampilan yang memadai untuk masa depannya.

Survei ini juga memberikan berbagai pemahaman tentang perkembangan proses pembelajaran dan bagaimana inovasi HP dapat membantu para pelajar muda berkembang pesat. Studi ini dilaksanakan di India, China, Thailand, Malaysia, Singapura dan Indonesia untuk memahami tren-tren terbaru pada pendidikan anak usia dini.

“Sebagai seorang ayah, saya memahami perubahan tren pengasuhan sebagaimana dipaparkan oleh hasil survei kami,” kata Hendry Widjaja, Chief Operating Officer HP Indonesia.

“Kami mengetahui betapa kemajuan teknologi mampu menghasilkan cara-cara baru dalam proses belajar terutama yang berkaitan dengan memaksimalkan proses dan pemilihan bahan pembelajaran, oleh karena itu kami berkomitmen untuk memformulasi ulang pembelajaran melalui inovasi serta memberikan hasil yang signifikan bagi siswa, sekolah, dan masyarakat”.

Menyiapkan masa depan pelajar muda dengan memformulasi ulang pembelajaran

Kita sekarang berada di 'era pengalaman' di mana proses pembelajaran diperoleh melalui pengalaman langsung yang menginspirasi munculnya kreativitas, kolaborasi dan terhubung dengan banyak orang.

Di tengah-tengah perubahan ini, orang tua di Indonesia khawatir bahwa kelak anak-anak mereka harus beradaptasi dengan kondisi dunia yang semakin kompetitif, penuh tuntutan dan bergerak cepat. Studi ini menemukan bahwa orang tua di Indonesia sangat khawatir tentang kemungkinan anak-anak mereka tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depannya (71%) dan meningkatnya biaya hidup (50%).

HP berkomitmen untuk secara aktif meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, melalui program “Sahabat Pendidikan” yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur teknologi dan lingkungan belajar di sekolah-sekolah. Salah satunya adalah upaya HP Indonesia merenovasi dan meningkatkan fasilitas laboratorium komputer sekolah-sekolah seperti di Cianjur, Bogor, dan Serang dengan tujuan untuk meningkatkan efektifitas proses pembelajaran bagi siswa. Inisiatif ini sejalan dengan visi HP untuk menciptakan teknologi yang membuat hidup lebih baik untuk semua orang, di mana saja.

Orang tua di Indonesia memanfaatkan teknologi untuk pendidikan anak-anak mereka

Halaman
12
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved