Ramadan

Pesantren Assalafiyyah Terapkan Aturan Ketat untuk Para Santri

Seorang santri diharapkan mampu bersikap lebih terbuka, tidak kaku dalam berdakwah di tengah masyarakat, dan mampu menjawab tantangan-tantangan perkem

Pesantren Assalafiyyah Terapkan Aturan Ketat untuk Para Santri
istimewa
Pondok Pesantren Assalafiyyah Yogyakarta yang berada di Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM - Di bawah asuhan KH. Syuja’i Masduqi, Pesantren Assalafiyyah terus berkembang maju dan konsisten mengajarkan kitab kuning untuk memperkaya wawasan para santri dalam mendalami khazanah kebudayaan Islam.

Dengan wawasan yang luas atas khazanah keilmuan Islam, seorang santri diharapkan mampu bersikap lebih terbuka, tidak kaku dalam berdakwah di tengah masyarakat, dan mampu menjawab tantangan-tantangan perkembangan zaman.

Sepenggal kutipan di atas merupakan bagian dari keterangan sejarah Pesantren Assalafiyyah dari laman website pesantren.

Singkat, lugas, dan padat namun cukup jelas menerangkan riwayat dan bagaimana pesantren berdiri. Website ini juga sekaligus menjadi jawaban atas tantangan zaman yang serba digital.

Mengunjungi Ponpes Manula Masjid Agung Payaman Magelang, Usia Para Santrinya Mulai 50-100 Tahun

Selain untuk mengikuti perkembangan zaman, pesantren ini sejatinya juga punya konsep tegas menjadi sebuah lembaga pendidikan agama islam yang peka terhadap suasana lingkungan.

Ini sudah terlihat, ketika Kiai Mashduqi, sang pendiri pesantren mengajak para santrinya bergerilya melawan para penjajah pada era kolonialisme.

Namun sejak berdiri sekitar tahun 1936 lalu, pesantren ini sudah lebih dulu konsisten ikut serta dalam menyebarkan dakwah Islam ala Ahli Sunnah wal Jamaah di Indonesia.

Selain, juga mengajarkan ilmu-ilmu agama. Konsep dan prinsip ini masih dijaga sampai detik ini, dan dijalankan oleh seluruh pengurus dan para santri.

Jumat (10/5/2019) sore kemarin Tribun Jogja berkesempatan datang mengunjungi pesantren Assalafiyyah yang beralamat di Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman.

Cuaca sedang cerah kala itu.

Halaman
123
Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved